Helmy Yahya Diberi Waktu Satu Bulan oleh Dewan Pengawas TVRI

Reporter

Presenter Helmi Yahya, diusung PDI Perjuangan sebagai calon bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ini adalah untuk yang ketiga kalinya Helmy maju dalam pemilihan kepala daerah. Dok.TEMPO/ Ramdani

TEMPO.CO, Jakarta - Dewas Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) memberhentikan sementara Helmy Yahya sebagai Direktur Utama Televisi Nasional yang dikelola pemerintah. Keputusan itu berlaku sejak diterbitkannya SK Dewas Nomor 3 tahun 2019 pada rabu lalu. Latar belakang dikeluarkannya surat keputusan itu diduga terkait dengan penyelenggaraan perusahaan Televisi milik negara tersebut.

Salah seorang Anggota Dewas LPP TVRI, Maryuni Kabul Budiono, menuturkan keputusan untuk memberhentikan sementara Helmy Yahya telah berdasar pada pertimbangan yang kuat. “Ada beberapa catatan yang menurut kami sudah bisa dijadikan landasan untuk keluarnya surat pemberhentian itu, menyangkut penyelenggaraan LPP TVRI,” tutur dia, kemarin.

Ihwal catatan Dewan Pengawas yang melatarbelakangi terbitnya surat tersebut, Kabul enggan menerangkan lebih rinci. Ia beralasan di dalam Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian (SPRP) itu sifatnya masih rahasia. Ia mengimbuhkan hanya Helmy Yahya yang mengetahui isi dari pertimbangan Dewan Pengawas menerbitkan SPRP tersebut. Dengan demikian, tutur Kabul, Direktur utama memiliki hak jawab selama satu bulan sejak SPRP itu diterbitkan. “Jika hak jawab itu sesuai dengan fakta yang ada dan ternyata benar, tentu SPRP itu dipertimbangkan kembali,” katanya.

Ia menampik jika dengan SPRP itu pihaknya telah memecat Helmy Yahaya sebagai Direktur Utama LPP TVRI. Ia beralasan justru Dewan Pengawas memberikan waktu satu bulan bagi yang bersangkutan untuk berkonsentrasi mempersiapkan hak jawab atas catatan Dewan Pengawas ihwal penyelenggaraan LPP TVRI. Di sisi lain, Ia menuturkan, Dewas telah menyerahkan tugas Plt kepada Direktur Teknik LPP TVRI Supriyono agar organisasi bisa lanjut berjalan. “Sementara ini memang tengah menonaktifkan Helmy agar bisa mempersiapkan diri menjawab catatan Dewan Pengawas,” tutur dia.

Selang sehari setelah terbitnya SK Dewan Pengawas Nomor 3 tahun 2019 pada rabu lalu, bekas Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya, langsung menanggapi dengan mengatakan pencopotan dirinya dari kursi Dirut LPP TVRI adalah cacat hukum dan tidak berdasar. Ia berdalih dasar rencana pemberhentian Dewas kepada dirinya tidak memenuhi salah satu amanat dari PP no 13/2005 pasal 24 ayat 4 yang mengatur syarat diberhentikan anggota dewan direksi sebelum masa masa jabatannya habis. “Tidak ditemukan satu ayat pun dalam PP itu yang menyatakan istilah penonaktifan atau sejenisnya,” tulisnya dalam surat tanggapan kemarin.

Di dalam surat tanggapan itu pula, Helmy Yahya, menyatakan masih tetap menjadi Direktur Utama LPP TVRI yang sah periode tahun 2017-2022 bersama lima anggota direksi yang lain. Ia memastikan dirinya bakal tetap melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. “Saya tetap bekerja seperti biasa,” ucapnya.

Ihwal penunjukan Plt sementara oleh Dewan Pengawas, Ia membeberkan bahwa Priyono sudah mengajukan surat penolakan untuk menjadi penganti dirinya. Ia beralasan pihaknya tetap solid pada jajaran direksi dan karyawan di LPP TVRI. “Saya didukung oleh semua direktur, TVRI perlu diselamatkan,” kata dia.

Menanggapi surat tanggapan itu, Kabul mengingatkan agar Helmy Yahya menyampaikan pembelaan dirinya secara tertutup kepada Dewan Pengawas. Menurut dia, penyampaian kepada public justru dapat menimbulkan persepsi yang keliru tentang apa yang sesungguhnya terjadi di internal TVRI. Seharusnya, tanggapan itu diserahkan kepada Dewan Pengawas karena aturannya seperti itu. “Jika diberikan ke publik, bagaimana kita bisa menjawabnya,” kata dia.

NYOMAN ARY WAHYUDI






Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

14 hari lalu

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

40 hari lalu

Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki sejarah panjang. Berbagai acara pernah lekat di masyarakat, acara apakah favoritmu dulu?


Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

40 hari lalu

Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

Pemerintah Indonesia pada 1961 memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi (TVRI) ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV 1962.


24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

41 hari lalu

24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

Tanggal tersebut saat ini dikenal sebagai hari kelahiran Televisi Republik Indonesia atau TVRI sebagai jaringan televisi pertama di Indonesia


Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

53 hari lalu

Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai sekarang ruang publik dipenuhi oleh isu negatif, disinformasi, dan berita bohong.


Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

4 Agustus 2022

Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

Pada masa pemerintahan Orde Baru, rambut gondrong mendapatkan stigma negatif, bahkan dilarang.


Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

28 Juli 2022

Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

Pak Kasur salah satu tokoh di Indonesia yang erat kaitannya dengan isu pendidikan anak-anak. Begini profilnya.


Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

6 Juli 2022

Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

Dua sahabat karib ini, Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo merupakan pembawa acara kondang pada masanya. Apa saja acara kuis yang pernah mereka bawakan?


Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

2 Juli 2022

Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengganti 22 nama jalan, salah satunya Jalan Cikini VII di Jakarta Pusat menjai Jalan Tino Sidin. Orang lama pasti tahu siapa dia.


Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

11 Juni 2022

Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

Kedatangan Rizal Armada ke kampung halamannya ini untuk mengajak warga Kota Palembang agar kembali mempopulerkan penggunaan LRT.