Jasa Marga Ambil Langkah Ini agar Utang Tak Membengkak

Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk menjaga keuangan perusahaan tetap sehat, khususnya terkait pengelolaan utangnya.

"Jasa Marga melakukan berbagai mekanisme pembiayaan, seperti sekuritisasi pendapatan di muka Tol Jagorawi, obligasi di level anak, dan upaya lainnya lainnya," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Agus Setiawan saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Pernyataan Agus merespons kritik yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal tingginya angka rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) di perusahaan pelat merah itu. DER Jasa Marga tercatat sebesar 3,19 dan mendapat rapor merah Sri Mulyani karena dinilai lebih tinggi dari BUMN-BUMN infrastruktur lainnya.

Rapor merah dari Sri Mulyani sebelumnya disampaikan dalam laporan pada rapat di DPR pada Senin, 2 Desember 2019. Dalam laporannya, rasio utang Jasa Marga paling tinggi, jika dibandingkan dengan dua BUMN Infrastruktur lainnya yang dapat rapor hijau, yaitu PT Pelindo IV dengan DER 0,73 dan PT Angkasa Pura II dengan DER 0,63.

Agus mengatakan tingginya DER di Jasa Marga tak lepas dari berbagai proyek infrastruktur yang digarap perusahaan. Proyek-proyek tersebut, kata dia, tentu memerlukan biaya modal alias capital expenditure yang sangat tinggi.

Kendati demikian, secara keseluruhan, Agus mengklaim kondisi kinerja keuangan perusahaannya masih cukup baik. Semua kewajiban pun kata dia, dipenuhi sesuai jadwalnya.

Selain itu, Agus mengatakan aset, pendapatan, serta Ebitda alias laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, dari Jasa Marga juga terus mengalami kenaikan dengan adanya ruas-ruas tol baru. "Dengan penambahan ruas baru, pastinya bisnis Jasa Marga juga semakin berkinerja," kata dia.






Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

11 menit lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

1 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

Untuk menjaga aliran dana atau cashflow saat resesi terjadi, Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk menekan konsumsinya.


Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

1 jam lalu

Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

Sri Mulyani menyoroti kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia memicu resesi ekonomi global.


Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

7 jam lalu

Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

Pemerintah kembali melaksanakan lelang SUN pada 27 September 2022 untuk tujuh seri, satu seri baru dan sisanya seri hasil pembukaan kembali.


Terpopuler: Luhut Sudah Pakai Mobil Listrik, PLN Batalkan Migrasi Kompor Listrik

10 jam lalu

Terpopuler: Luhut Sudah Pakai Mobil Listrik, PLN Batalkan Migrasi Kompor Listrik

Luhut menyatakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah memerintahkan para menteri menganggarkan pengadaan mobil listrik dalam APBN.


Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

21 jam lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Banggar DPR Sepakat Anggaran Subsidi Energi Rp 211,9 Triliun, Ini Rinciannya

21 jam lalu

Banggar DPR Sepakat Anggaran Subsidi Energi Rp 211,9 Triliun, Ini Rinciannya

Alokasi subsidi energi tersebut terdiri atas subsidi bahan bakar minyak (BBM) tertentu dan LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp 139,4 triliun.


Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

22 jam lalu

Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

Sri Mulyani mengatakan Rancangan APBN 2023 akan dibawa ke pembicaraan tingkat II untuk disetujui dalam sidang paripurna.


Terpopuler: Syarat Pengemudi Ojol Terima BLT, Ancaman Resesi di Depan Mata

1 hari lalu

Terpopuler: Syarat Pengemudi Ojol Terima BLT, Ancaman Resesi di Depan Mata

Bantuan UMKM, termasuk untuk para pengemudi ojek online atau ojol, akan diberikan mulai Oktober mendatang.


Sri Mulyani Beri Sinyal Ancaman Resesi Global pada 2023 Akibat Kenaikan Suku Bunga

1 hari lalu

Sri Mulyani Beri Sinyal Ancaman Resesi Global pada 2023 Akibat Kenaikan Suku Bunga

Sri Mulyani mengatakan kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia secara bersamaan berpotensi menimbulkan resesi.