Luhut Yakin Energi Hijau Bakal Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Reporter

Editor

Rahma Tri

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan, sumber energi ramah lingkungan yang besar di Indonesia bisa menekan defisit neraca transaksi berjalan. "Selama bertahun-tahun kami baru menyadari potensi energi ramah lingkungan ini. Jika ini bisa kami kelola, tentunya bisa dapat menekan neraca transaksi Indonesia," ujar Luhut seperti dilansir dari keterangan tertulis Kemenko Maritim dan Investasi, Kamis, 5 Desember 2019.

Luhut mengatakan perang dagang yang terjadi belakangan ini membuat pemerintah sadar akan potensi ini. Pada hydropower misalnya, di Papua Indonesia memiliki potensi sekitar 22.000 megawatt. Belum lagi di Kalimantan sebesar 11.000 MW. "Masih ada lagi energi angin, biomass, dan masih banyak lagi. Total potensinya sekitar 443.208 MW,” tutur Luhut.

Menurut Luhut, dengan mengolah energi yang ramah lingkungan dan lebih murah ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada impor BBM, yang merupakan salah satu faktor utama terjadinya defisit pada neraca perdagangan. "Kami berharap masyarakat semakin memanfaatkan potensi-potensi tersebut. Pengembangan energi terbarukan ini bisa didorong oleh semakin murahnya teknologi baterai lithium,” kata Luhut.

Ia mengungkapkan sudah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan Governor Directors and Corporate Auditors Japan Bank for International Cooperation Tadashi Maeda, yang membicarakan kemungkinan kerja sama pembiayaan di bidang energi ramah lingkungan. 

Dalam rangka mengembangkan potensi-potensi energi ramah lingkungan ini, di sela-sela forum tersebut Menko Luhut menerima Yashushi Fukuzumi, Vice President Mitsubishi Heavy Industries. Pertemuan tersebut membicarakan potensi pengembangan energi matahari di Indonesia.

Pada forum itu juga, Luhut mengatakan Indonesia sedang berusaha untuk menekan emisi karbon. Ini adalah bentuk komitmen Indonesia untuk menjalankan Paris Agreement. Ia mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi 29 persen hingga tahun 2030.

"Salah satu usaha yang kami lakukan adalah mendorong penggunaan mobil listrik. Selain itu, kami juga mendorong penggunaan biodiesel. Sejauh ini Indonesia telah mengimplementasikan B20. Pada 2020 nanti kami akan mulai implementasi B30,” kata Luhut. Paris Agreement adalah kerangka kebijakan jangka panjang bagi negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi karbon, sehingga kenaikan suhu bisa di bawah 2 derajat per tahun.






Ombudsman Soroti Rangkap Jabatan Mantan Anak Buah Luhut

1 hari lalu

Ombudsman Soroti Rangkap Jabatan Mantan Anak Buah Luhut

Menurut Ombudsman, rangkap jabatan Ridwan--utamanya di perusahaan pelat merah, berpotensi timbulnya konflik kepentingan.


Luhut Buka Perdagangan Bursa AS: Mantan Prajurit Lulusan Lembah Tidar Dapat Kehormatan Luar Biasa

2 hari lalu

Luhut Buka Perdagangan Bursa AS: Mantan Prajurit Lulusan Lembah Tidar Dapat Kehormatan Luar Biasa

Luhut Pandjaitan membuka perdagangan New York Stock Exchange pada Rabu pagi, 21 September 2022. Ia menyebutnya sebagai pengalaman luar biasa.


10 Tugas Luhut Binsar Pandjaitan dari Jokowi, Terakhir Urus Program Kendaraan Listrik

4 hari lalu

10 Tugas Luhut Binsar Pandjaitan dari Jokowi, Terakhir Urus Program Kendaraan Listrik

Hingga hari ini, sudah 10 tugas selain Menkomarinves yang diberikan Jokowi kepada Luhut Binsar Pandjaitan. Terakhir, mengurus kendaraan listrik.


Airlangga Sebut Ada 8 Usaha Ekstra untuk Mengendalikan Inflasi, Apa Saja?

10 hari lalu

Airlangga Sebut Ada 8 Usaha Ekstra untuk Mengendalikan Inflasi, Apa Saja?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah menyiapkan usaha ekstra untuk mengendalikan laju inflasi.


Apa Hebatnya KIT Batang Sampai Jokowi Tugaskan Luhut - Airlangga Memimpin Proyek Ini

11 hari lalu

Apa Hebatnya KIT Batang Sampai Jokowi Tugaskan Luhut - Airlangga Memimpin Proyek Ini

Presiden Jokowi bentuk Tim Percepatan KIT Batang, yang digawangi Luhut dan Airlangga. Apa istimewanya kawasan industri di Jawa Tengah ini.


Bjorka Bobol Data Pribadi Luhut, Jubir: Pak Menko Sudah Vaksin Booster

12 hari lalu

Bjorka Bobol Data Pribadi Luhut, Jubir: Pak Menko Sudah Vaksin Booster

Bjorka sebelumnya juga membobol data Menteri Kominfo Johnny Plate.


Penjualan Mobil dan Motor Mesin Bensin Bakal Distop untuk Kurangi Konsumsi BBM Bersubsisi

12 hari lalu

Penjualan Mobil dan Motor Mesin Bensin Bakal Distop untuk Kurangi Konsumsi BBM Bersubsisi

Pembatasan penjualan mobil dan motor bensin sejalan dengan road map atau peta jalan Indonesia untuk menciptakan net zero emission (NZE) pada 2060.


Terpopuler Bisnis: Airlangga dan Luhut Kawal Kawasan Industri Batang, Ojol Tak Cukup Kerja Seharian

15 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Airlangga dan Luhut Kawal Kawasan Industri Batang, Ojol Tak Cukup Kerja Seharian

Jokowi menunjuk Airlangga Hartarto dan Luhut Binsar Pandjaitan menjadi ketua dan wakil tim koordinasi kawasan industri Batang.


Terkini Bisnis: Airlangga - Luhut Pimpin Koordinasi Industri di Batang , Ojol Keluhkan Beratnya Biaya Jasa Aplikasi

15 hari lalu

Terkini Bisnis: Airlangga - Luhut Pimpin Koordinasi Industri di Batang , Ojol Keluhkan Beratnya Biaya Jasa Aplikasi

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Jumat malam, 9 September 2022 Jokowi menunjuk Airlangga - Luhut pimpin koordinasi kawasan industri Batang.


Jokowi Tunjuk Airlangga-Luhut Pimpin Tim Koordinasi Kawasan Industri Batang

15 hari lalu

Jokowi Tunjuk Airlangga-Luhut Pimpin Tim Koordinasi Kawasan Industri Batang

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membentuk Tim Percepatan Pengembangan Kawasan lndustri Terpadu Batang di Jawa Tengah.