Sri Mulyani Sebut Pola Perekonomoan Global Berubah Cepat

Reporter

Editor

Rahma Tri

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri juga menyampaikan, realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.121,1 triliun atau 68,6 persen dari target APBN dan alami pertumbuhan secara tahunan sebesar 4,3 persen, ini lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2018 yakni 19,6 persen. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa saat ini ketidakpastian global terjadi dengan pola dan frekuensi yang berbeda. Ketidakpastian itu sangat cepat berubah sehingga tidak dapat diprediksikan waktu berakhirnya.

“Berbeda kali ini polanya, pattern-nya, dan frekuensinya sama sekali tidak pasti. Hari ini yang kita percaya bisa begini dan proyeksinya seperti ini ternyata berubah,” katanya di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2019. 

Sri Mulyani menjelaskan, gejolak yang disebabkan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina membuat sebuah ketidakpastian ekonomi global yang biasanya bisa diestimasi oleh para pakar dan pembuat kebijakan, namun sekarang tidak. Tak hanya itu, kondisi politik yang tidak pasti karena Brexit Inggris juga telah menyebabkan kondisi ekonomi dunia semakin tertekan.

“Kita berharap akan ada deal antara AS dan Cina, namun tiba-tiba ada perkembangan di Hong Kong katanya agreement sama Cina nanti saja seusai Pemilu 2020. Kita dihadapkan kepada situasi berharap, kecewa, berharap, kecewa,” kata Sri Mulyani.

Oleh sebab itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan laju perekonomian dunia pada 2019 hanya tumbuh sebesar 3 persen atau turun dari tahun sebelumnya yaitu 3,6 persen.

Menurut Sri Mulyani, jika ekonomi global tahun ini turun dari 3,6 persen pada 2018 menjadi 3 persen maka resesi akan semakin dekat sebab 0,6 persen sama dengan size ekonomi Afrika Selatan.
“Kalau ekonomi dunia sudah 3 persen itu sudah dekat dengan resesi. Biasanya negara berkembang tumbuh lebih tinggi, sekarang sudah all across the board berarti semua negara melemah,” kata Sri Mulyani.

Ia pun menegaskan pemerintah Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan terkait hal tersebut dengan mendorong kebijakan fiskal melalui penggunaan APBN yang efektif dan efisien. Transformasi ekonomi juga akan diwujudkan melalui penyederhanaan birokrasi dan aturan seperti penataan 72 UU terkait investasi dengan metode Omnibus Law sehingga tercipta ekosistem yang nyaman bagi para investor.

“Bapak Presiden memprioritaskan bagaimana keruwetan yang disederhanakan, reformasi birokrasi termasuk hilangkan berbagai halangan investasi,” ujar Sri Mulyani

ANTARA






Kunci UMKM Tahan Resesi Global Versi Teten: Daya Beli Terjaga dan Ada Jaminan Sosial

1 jam lalu

Kunci UMKM Tahan Resesi Global Versi Teten: Daya Beli Terjaga dan Ada Jaminan Sosial

Selama daya masyarakat terjaga dan ada jaminan sosial, Teten optimistis permintaan terharap produk-produk UMKM masih baik meski muncul resesi.


Pesan Sri Mulyani untuk 2.397 Lulusan STAN 2022: Pemimpin Tidak Menipu, Mengkhianati, Manipulasi

1 jam lalu

Pesan Sri Mulyani untuk 2.397 Lulusan STAN 2022: Pemimpin Tidak Menipu, Mengkhianati, Manipulasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir menyampaikan pidato kepada lulusan 2.397 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN hari ini.


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

4 jam lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


Resesi Global 2023, Pemerintah Diminta Bisa Pulangkan Devisa Hasil Ekspor di Bank Luar Negeri

1 hari lalu

Resesi Global 2023, Pemerintah Diminta Bisa Pulangkan Devisa Hasil Ekspor di Bank Luar Negeri

Bhima Yudhistira, mencatat beberapa cara untuk meminimalisir dampak ancaman resesi global 2023.


SUV Hybrid BMW XM Disalahkan Atas Masalah Ekonomi Inggris

1 hari lalu

SUV Hybrid BMW XM Disalahkan Atas Masalah Ekonomi Inggris

Pemerintah Inggris mengklaim ekonomi Inggris bukan disebabkan kebijakan keuangan. Tak jelas di mana kesalahan SUV BMW XM.


Tiga Lampu Merah Resesi Global 2023, Ekonom Ingatkan Perdagangan Dunia Mulai Turun

1 hari lalu

Tiga Lampu Merah Resesi Global 2023, Ekonom Ingatkan Perdagangan Dunia Mulai Turun

Bhima Yudhistira, menjelaskan penyebab munculnya ancaman resesi global 2023.


Ancaman Resesi Global 2023, Dolar Bisa Tembus Rp 16.000

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Dolar Bisa Tembus Rp 16.000

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, membeberkan dampak dari ancaman resesi 2023 terhadap Indonesia.


Postur APBN 2023 Dianggap Belum Antisipatif terhadap Dampak Resesi

3 hari lalu

Postur APBN 2023 Dianggap Belum Antisipatif terhadap Dampak Resesi

Pemerintah masih menganggarkan belanja birokrasi yang cukup besar dalam APBN 2023.


Ancaman Resesi 2023, Target Indonesia Jadi Negara Maju 2045 Realistis?

3 hari lalu

Ancaman Resesi 2023, Target Indonesia Jadi Negara Maju 2045 Realistis?

Pada 2023, ekonomi domestik dihadapkan dengan potensi resesi dunia setelah tingginya inflasi.


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

3 hari lalu

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.