Menteri Teten Ungkap Penyebab Pertumbuhan UMKM Sangat Rendah

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta seluruh kementerian dan lembaga yang melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM agar menghilangkan ego sektoral. Caranya, seluruh lembaga pemerintah melakukan kolaborasi dan sinergi yang baik.

“Kita sudah harus melakukan konsolidasi program di tingkat lapangan dengan komitmen kuat. Kita harus memiliki One Gate Policy untuk pemberdayaan UMKM yang sekarang menyebar di 18 kementerian,” kata Teten di Jakarta, Rabu 4 Desember 2019.

Dalam Rakornas Pengembangan UMKM bersama perwakilan 18 kementerian, perbankan dan lembaga keuangan BUMN, Teten menyampaikan optimisme terkait pengembangan UMKM yang terukur dan terarah bila dilakukan secara bersama seluruh kementerian dan lembaga yang ada.

“Kita harus melakukan konsolidasi dan agregasi UMKM, dengan target dan komitmen yang jelas. Sehingga, kapasitas usaha dan daya saing UMKM bisa meningkat dan struktur ekonomi kita yang selama ini berbentuk piramida bisa menjadi lebih adil lagi,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan Presiden Jokowi sudah menugaskan dirinya agar UMKM bisa mengambil peran lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. Pasalnya, selama ini, pertumbuhan UMKM di Indonesia masih terbilang sangat rendah. 

"Banyak faktor mengapa UMKM sulit berkembang. Di antaranya, UMKM kita tidak terintegrasi terhadap supply chain. Oleh karena itu, kita akan mendorong UMKM untuk masuk ke pasar global value chain,” kata dia.

Di sisi lain, produk UMKM juga harus ditingkatkan kualitas dan daya saingnya. Sebab saat ini produk impor sudah membanjiri pasar domestik lewat e-commerce dan punya harga kompetitif.

Bila dibandingkan dengan negara lain, lanjut Teten, kontribusi ekspor UMKM Indonesia masih rendah, yaitu hanya 14 persen, lebih rendah dibandingkan negara Vietnam sudah 17 persen, Malaysia di atas 20 persen, Thailand di atas 30 persen, Jepang 55 persen, dan Cina 70 persen.

Dia berharap konsolidasi program antar kementerian akan diarahkan pada konsolidasi pembiayaan agar terarah untuk sektor produksi dan unggulan.

"Selain itu, UMKM juga harus kita konsolidasikan ke arah value based komoditi. Kita banyak memiliki kekayaan sumber daya alam hayati. Saya berharap UMKM tidak melulu main di pasar lokal,” ujarnya.

Menurut Teten, Indonesia memiliki banyak potensi produk untuk pasar ekspor yang berbahan baku lokal, seperti perikanan, pertanian, dan furnitur.

“Kita perlu masuk ke global value chain karena kita perlu devisa masuk dengan membangun produk berorientasi ekspor dan substitusi impor. Tahun depan, jangan ada lagi impor cangkul dan alat pertanian lainnya,” katanya.

 





Koinworks Resmi Luncurkan KoinLearn sebagai Platform Belajar Gratis untuk UMKM

4 jam lalu

Koinworks Resmi Luncurkan KoinLearn sebagai Platform Belajar Gratis untuk UMKM

KoinWorks kini menghadirkan KoinLearn, yakni suatu platform edukasi yang menyediakan konten video pembelajaran untuk para pelaku UMKM.


Asosiasi: Pengemudi Ojol Belum Dapat Info Resmi BLT UMKM Rp 1,2 Juta

12 jam lalu

Asosiasi: Pengemudi Ojol Belum Dapat Info Resmi BLT UMKM Rp 1,2 Juta

Para pengemudi ojel online atau ojol belum mendapatkan informasi secara resmi terkait Bantuan Langsung Tunai atau BLT UMKM.


KM Talks 9.0, Pelatihan UMKM Ala Komunitas Kejar Mimpi Tangerang Selatan

13 jam lalu

KM Talks 9.0, Pelatihan UMKM Ala Komunitas Kejar Mimpi Tangerang Selatan

Komunitas Kejar Mimpi Tangerang Selatan (KMTS) sukses menyenggarakan program KM Talks 9.0 berupa Pelatihan UMKM secara daring


F1 H20 2023 di Danau Toba, Luhut: Kontrak 5 Tahun, Bisa Seperti Mandalika

13 jam lalu

F1 H20 2023 di Danau Toba, Luhut: Kontrak 5 Tahun, Bisa Seperti Mandalika

Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1 H20) di Danau Toba, Sumatera Utara, merupakan langkah yang bagus.


Erick Thohir: F1 H20 di Danau Toba Akan Serap Tenaga Kerja dan UMKM

15 jam lalu

Erick Thohir: F1 H20 di Danau Toba Akan Serap Tenaga Kerja dan UMKM

Erick Thohir memastikan, penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 atau F1 H20 akan digelar di Danau Toba, Sumatera Utara. Rencananya berlangsung tahun depan.


Apindo Khawatir Laju Investasi hingga Perdagangan RI Terhambat karena Resesi Global 2023

1 hari lalu

Apindo Khawatir Laju Investasi hingga Perdagangan RI Terhambat karena Resesi Global 2023

Tekanan resesi diprediksi tak hanya berimbas terhadap lalu-lintas impor, tapi juga produktivitas perekonomian.


Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

1 hari lalu

Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

Teguk resmi membuka gerainya di 248 Mott Street, New York, Amerika Serikat.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

2 hari lalu

Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

Presiden Jokowi mengkritik minimnya jumlah startup Indonesia yang bergerak di bidang agrikultur, di tengah ancaman krisis pangan yang ke depan akan membesar.


Kabupaten Bekasi Genjot Kinerja, Akselerasi Belanja Capai Rp 3,3 Triliun

3 hari lalu

Kabupaten Bekasi Genjot Kinerja, Akselerasi Belanja Capai Rp 3,3 Triliun

Bertahun-tahun hanya sebatas wacana, percepatan pembangunan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akhirnya terealisasi berkat komitmen pemerintah daerah.