Direktur Garuda Ada dalam Manifes Pesawat Pengangkut Harley

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    Tempo.Co, Jakarta - Empat nama Direktur PT Garuda Indonesia Persero Tbk. tercatat dalam manifes penumpang pesawat GA 9721 berjenis A300-900 Neo yang terbang dari Touslouse, Prancis, menuju Jakarta 16-17 November 2019 lalu. Pesawat anyar milik perusahaan pelat merah yang mendarat di hanggar Garuda Maintenance Facility atau GMF Soekarno-Hatta ini mengangkut barang gelap berupa Harley Davidson dan dua unit sepeda Brompton.

    Empat nama direktur tersebut adalah Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Akhsara, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Human Capital Heri Akhyar, serta Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal.

    Nama-nama itu tercantum dalam lembar manifes yang diterima Tempo, Kamis, 4 Desember 2019. Manifes ini dibenarkan oleh Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea dan Cukai Deni Surjantoro. "Yup," katanya kala dihubungi melalui pesan pendek.

    Selain empat nama Direktur Garuda Indonesia, terdapat 15 nama penumpang lainnya. Di antara seluruh penumpang, kantor kepabeanan menemukan dua penumpang diketahui menjadi pemilik barang gelap.

    Bea dan Cukai sebelumnya telah menyita suku cadang Harley Davidson dan Brompton yang dikemas dalam 18 boks berwarna cokelat. Boks itu diangkut di bagasi bersama sejumlah koper milik penumpang pesawat Garuda Indonesia. Di dalam boks itu, suku cadang Harley Davidson dan sepeda Brompton diurai.

    Mulanya, barang mewah itu ditengarai milik direksi. Namun belakangan Bea dan Cukai menyebut kedua penumpang pemilik barang itu berinisial SAW dan LS.

    Vice President Corporate Secretary Ikhsan Rosan belum berkomentar soal empat direksi yang turut tercatat dalam manifes penerbangan. Namun, kemarin ia memastikan pemilik barang yang diduga berupa Harley Davidson dan Brompton itu memang karyawan yang bukan merupakan direksi.

    "Bukan, dia itu petugas yang menjemput pesawat, petugas yang on board di pesawat," ujar Ihksan di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.