Milenial Tak Tertarik Beli Mobil, Apa Kata Gaikindo?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah aplikasi jasa layanan antar jemput atau ride sharing seperti Gocar dan Grab Bike tengah menjamur tiga tahun belakang ini. Dengan layanan yang mudah dan murah, disebut-sebut membuat kalangan milenial tak lagi berkeinginan untuk membeli kendaraan bermotor termasuk mobil.

    Namun, Asosiasi produsen kendaraan bermotor yang tergabung dalam Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memiliki pandangan yang berbeda. Gaikindo justru melihat bahwa kalangan milenial masih akan berminat untuk membeli kendaraan bermotor.

    "Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, mereka akan tetap butuh kendaraan, Baik untuk keperluan pribadi, tapi lebih banyak untuk keperluan komersial," kata Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu 4 November 2019. 

    Adapun hal ini diungkapkan oleh Kukuh saat menjadi narasumber di acara Economic Outlook "Persiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0" di Gedung Bursa Efek. Saat itu, dia menjelaskan mengenai bagaimana tren milenial dalam memilih dan membeli kendaraan bermotor.

    Menurut Kukuh, industri otomotif berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan ekonomi domestik yang masih tumbuh sekitar 5 persen, maka penjualan produk masih akan bisa tumbuh. Apalagi selama 10 tahun terkahir, jumlah penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil terus meningkat.

    "Walaupun di tahun ini industri otomotif mengalami penurunan sampai 7 persen. Tapi ini siklus 5 tahunan setiap adanya pemilu," kata Kukuh.

    Gaikindo mencatat, produksi mobil sejak Januari hingga Oktober 2019 produksi mobil menurun 5 persen menjadi 1,07 juta unit secara tahunan. Produksi yang menurun tersebut juga sejalan denga permintaan pasar yang juga menurun sebesar 12 persen menjadi 849.609 unit sejak Januari hingga Oktober secara tahunan.

    Meski produksi dan permintaan pasar menurun, ekspor mobil justru meningkat pada 2019. Misalnya, untuk pasar ekspor mobil jadi (CBU) meningkat sebanyak 29 persen secara year on year dibandingkan pada 2018, menjadi 275.364 unit sejak Januari hingga Oktober. Sedangkan ekspor mobil terurai atau completely knock down (CKD) naik 483 persen menjadi 397.885 unit. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?