Pupuk Indonesia Sediakan 287.298 Ton Pupuk Non Subsidi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pupuk Indonesia meraih penghargaan kategori Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Terbaik dalam ajang 7th Anugerah BUMN 2018 yang digelar di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018. Penghargaan diterima oleh Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero) Indarto Pamoengkas (kiri).

    Pupuk Indonesia meraih penghargaan kategori Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Terbaik dalam ajang 7th Anugerah BUMN 2018 yang digelar di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018. Penghargaan diterima oleh Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero) Indarto Pamoengkas (kiri).

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi atau komersil di 34 provinsi di seluruh Indonesia sebanyak 287.298 ton, yang terdiri atas 126.994 ton urea, 159.693 ton NPK, 297 ton SP-36 dan 314 ton ZA.

    "Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani, dan sesuai arahan Kementerian Pertanian, kami meminta produsen pupuk menyiapkan pupuk non subsidi di setiap kios sehingga petani tetap bisa mendapatkan pupuk," kata Wijaya Laksana, kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.

    Sejak awal tahun, Pupuk Indonesia menugasi produsen pupuk untuk selalu menyediakan pupuk non subsidi di kios-kios resmi guna menunjang kebutuhan pupuk para petani.

    Khusus di Sumatera Utara, ujar Wijaya Laksana, stok pupuk non-subsidi per 29 November 2019 sebanyak 80.312 ton, terdiri atas 46.491 ton urea, 33.677 ton NPK, 94 ton SP-36 dan 44 ton ZA.

    "Tak hanya di Sumatera Utara, kami memastikan ketersediaan pupuk di 34 provinsi di Indonesia," katanya.

    Dalam menjalankan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia Grup selalu berdasarkan pada alokasi di masing-masing provinsi dan selalu mengacu pada prinsip 6T, yakni tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga serta tepat tempat.

    Sampai dengan 27 November 2019, Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 7.786.032 ton, atau setara 88 persen dari total alokasi tahun 2019 yang sebesar 8.874.000 ton.

    Stok nasional pupuk bersubsidi per 29 November sebesar 1.182.588 ton, terdiri atas urea 583.620 ton, NPK 286.414 ton, SP-36 125.504 ton, ZA 113.249 ton, dan organik 73.806 ton.

    “Jumlah stok pupuk bersubsidi yang kami siapkan tersebut melebihi dari aturan stok yang ditetapkan Pemerintah sehingga jika dilihat dari sisi stok, sebenarnya sudah mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani," ujar Wijaya.

    Dalam menjalankan tugas penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia Grup ditunjang dengan sarana distribusi seperti 21 armada kapal dengan 197 rute; 4 dermaga pelabuhan di Aceh, Palembang, Bontang dan Gresik; 6151 armada truk, 1.181 distributor; 34.452 kios, 643 unit gudang di lini II dan III.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.