Libur Akhir Tahun, Kereta Tambahan Disiapkan di Stasiun Balapan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dipo KRL Depok, tempat perawatan kereta-kereta milik PT KCI. TEMPO/Ninis Chairunnisa

    Dipo KRL Depok, tempat perawatan kereta-kereta milik PT KCI. TEMPO/Ninis Chairunnisa

    TEMPO.CO, SOLO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan kereta api tambahan untuk meningkatnya jumlah pengguna kereta api selama liburan Natal dan Tahun Baru di Stasiun Balapan Solo.

    Kepala Stasiun Balapan Solo Suharyanto mengatakan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan pemesan tiket. "Kemarin saya lihat tiket untuk libur akhir tahun masih tersedia 50 persen," katanya, Selasa 3 Desember 2019.

    Dia memprediksi jumlah pemesan tiket akan terus naik menjelang libur tiba. Pola semacam itu juga selalu terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu membuat pihaknya selalu menyiapkan kereta api tambahan yang dioperasikan secara fakultatif pada akhir tahun.

    Menurut Suharyanto, pihaknya belum bisa memastikan waktu kereta api tambahan itu akan mulai dioperasikan. "Jadwalnya belum ditentukan," katanya. KAI akan melihat permintaan penumpang yang akan terlihat melalui sistem pemesanan tiket.

    Pada tahun-tahun sebelumnya, terdapat tiga kereta api tambahan yang diberangkatkan dari Stasiun Balapan Solo. Ketiganya adalah KA Argo Lawu, Arga Dwipangga dan KA Lodaya. Kereta tambahan itu diberangkatkan sejak 20 Desember hingga 5 Januari.

    Pemberangkatan KA Tambahan dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan masyarakat. "Diberangkatkan pada pagi dan malam hari," katanya.

    Suharyanto memprediksi jumlah penumpang pada libur akhir tahun tidak akan turun meski jalur Tol Transjawa telah sepenuhnya beroperasi. Dia beralasan perjalanan menggunakan moda transportasi umum lebih efisien sehingga tetap menjadi pilihan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.