Kasus Harley Ilegal, Garuda Klaim Karyawannya Sudah Self Declare

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia Persero Tbk Ari Askhara (kanan) dan desainer Didiet Maulana menghadiri acara peluncuran seragam tematik untuk awak kabin maskapai penerbangan Garuda Indonesia di The Tribata, Dharmawangsa, Senin, 14 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia Persero Tbk Ari Askhara (kanan) dan desainer Didiet Maulana menghadiri acara peluncuran seragam tematik untuk awak kabin maskapai penerbangan Garuda Indonesia di The Tribata, Dharmawangsa, Senin, 14 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengklaim karyawannya sejak awal telah melakukan self-declare (dilaporkan secara mandiri) atas bawaannya, termasuk suku cadang Harley Davidson, yang dibawa  di pesawat baru Garuda, A330-900 Neo.

     

    "Dari barang bawaan ini, karyawan sudah melakukan self declare pada petugas bea cukai. Jadi ketika pesawat tiba, petugas bea cukai dan imigrasi sudah berada di lokasi karena GMF (Garuda Maintenance Facility) itu kan kawasan berikat," ujar Ikhsan di Kantor Kementerian Badan usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

     

    Ia memastikan karyawan tersebut akan mengikuti aturan yang berlaku dan akan memenuhi semua hal yang menjadi bagian dalam pabean internasional. Termasuk, bila pemilik barang diharuskan membayar pajak atau mereekspor barangnya.

     

    Ihwal mengapa barang itu kini disita bea cukai padahal karyawan pemiliknya sudah melakukan self-declare, Ikhsan tak menjawab secara gamblang. "Dari info yang kita dapatkan kan bea cukai sedang melihat apakah barang-barang tersebut, barang-barang tersebut ada di bea cukai. Karyawan kami akan mengikuti aturan," ujar dia.

     

    Sebelumnya, motor Harley dan sejumlah barang lainnya itu datang bersama dengan rombongan direksi PT Garuda Indonesia. Mereka menumpang pesawat baru Garuda, A330-900 Neo, yang terbang dari Perancis dan tiba hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 November 2019.   

     

    Pesawat Airbus seri terbaru yang didatangkan langsung dari Toulouse itu mengangkut 10 awak dan 22 penumpang. Menurut sumber itu, manifes dan airway bill pesawat menyebutkan nil cargo, artinya tidak ada kargo. Pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan disambut acara seremonial di hanggar nomor 4 milik GMF.

     

    Sumber tersebut menambahkan, kedatangan pesawat sudah ditunggu tim Penindakan dan Pencegahan Bea Cukai Soekarno-Hatta. Mereka telah mengantongi info adanya kargo berisi moge Harley Davidson dan beberapa barang mewah yang akan diselundupkan tanpa dideclare pada manifes pesawat.

     

    "Kargo berupa moge Harley yang dipreteli menjadi beberapa koli untuk mengelabui petugas itu beserta barang lainnya diturunkan dari pesawat dan dimasukkan ke truk boks milik GMF," kata sumber itu.

     

    CAESAR AKBAR | JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.