Soal Investasi Asing, Luhut Pandjaitan Menolak Disebut Pro Cina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, tak terima disebut terlalu pro dengan investasi Cina. Menurut dia, Indonesia terbuka terhadap investor dari negara manapun yang datang membawa uang.

    "Jangan kami dituduh Cina, siapa yang datang dan memenuhi syarat, silakan," kata Luhut dalam Rapat Kerja Kementerian Perhubungan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019.

    Dia mengatakan tidak hanya membahas investasi dari Cina, tapi juga negara lain. Terakhir dari Jepang yaitu dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation Tadashi Maeda di kantornya, Senin, 2 Desember 2019.

    Luhut mengatakan pertemuan itu untuk membicarakan soal investasi dari JBIC ke Indonesia dalam bentuk dana abadi alias sovereign wealth fund. Pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari pertemuan di Tokyo, 20 November lalu.

    Untuk itu, ia mempersilakan siapapun investor untuk berinvestasi di Indonesia. Terbaru yaitu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk pengembangan Kawasan Industri Hilirisasi Terintegrasi di Kalimantan Utara. Luhut mengatakan, proyek ini tak hanya ditawarkan ke Cina, tapi juga Jepang dan Eropa.

    Di sana, ada 10 proyek pembangkit dengan total potensi listrik 10 ribu Megawatt (MW). Satu dari 10 proyek telah dimulai yaitu oleh proyek PLTA Kayan 1 dengan listrik 900 MW. Kontraktornya adalah PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang bekerjasama dengan Powerchina International Group Limited dari Cina.

    Bukan kali ini saja Luhut menyinggung investasi Cina ke Indonesia. Sebelumnya, dia juga telah buka-bukaan soal alasan pemerintah sering kali menggandeng perusahaan Cina untuk berinvestasi di Tanah Air.

    "Karena Cina itu gampang. Kita suruh apa saja, dia mau," ujar Luhut Pandjaitan di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.