Ajak Investor Cina, Len Industri Siap Bangun Pabrik Panel Surya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin kala memberikan pemaparan di Kantor Badan Usaha Milik Negara, Jakarta. Selasa, 3 Desember 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin kala memberikan pemaparan di Kantor Badan Usaha Milik Negara, Jakarta. Selasa, 3 Desember 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin mengatakan perusahaannya bakal membuat pabrik panel surya pada 2020. Ia mengatakan sudah ada pemodal yang tertarik untuk mendanai rencana itu.

    "Sedang kami rancang perjanjiannya, saat ini sudah ada calon ivestor dari Cina," ujar Zakky di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Ia merencanakan perjanjian itu bisa rampung pada Januari 2020, sehingga pembangunan bisa segera dilakukan.

    Zakky berujar pabrik panel surya itu rencananya dibangun di fasilitas PT Len Industri di Subang, Jawa Barat. "Di sana ada 10-11 hektare dan baru terpakai setengahnya," ujar dia. Menurutnya, pabrik itu akan membutuhkan lahan 3-5 hektare.

    Terkait investasi yang dibutuhkan, Zakky memperkirakan besarnya bisa mencapai Rp 1 triliun. Kendati angka itu masih diperbincangkan dengan para calon pemodal. "Rencana dananya dari investor dan konsorsium sama PLN, Pertamina, dan WIKA," tuturnya. Adapun masa konstruksi direncanakan memakan waktu satu tahun.

    Di samping mendirikan pabrik panel surya, Zakky mengatakan perseroan menyiapkan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di lingkungan perusahaan pelat merah. Ia mengatakan rencana itu sudah mencapai tahap finalisasi dan diharapkan terealisasi pada awal tahun depan.

    "Kami sudah keliling ke Cina dan Korea untuk mencari rekanan, saat ini banyak BUMN yang yang belum menggunakan tenaga surya, sayang sekali ada matahari tapi belum dimanfaatkan," tutur Zakky. "Itu misalnya bisa dipasang di rumah dinas, di gudang, hingga pabrik."

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.