Ledakan di Monas, IHSG Sempat Jeblok ke Level Terendah 6.107

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan di Monas yang terjadi pada pagi hari ini disebut-sebut ikut mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan atau IHSG pada awal perdagangan. 

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyatakan bahwa terjadinya bom tersebut memang berpengaruh terhadap sentimen di pasar. “Mungkin (karena) bom ada koreksi. Faktor eksternal juga yang sedang turun, jadi (IHSG) kita turun,” katanya di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Meski begitu, Inarno menegaskan bahwa sentimen yang mendominasi di pasar saham saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan eksternal. Ia juga menampik adanya tudingan bahwa aksi jual dari pembubaran produk reksa dana belakangan ini berdampak terhadap psikologis pelaku pasar.

    “Itu (aksi jual pembubaran reksa dana) pengaruhnya kecil. Kami sudah lihat dari riset kami bahwa naik-turun ini biasa saja lebih banyak karena eksternal,” kata Inarno. Lebih jauh ia menambahkan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh saham-saham blue chip yang tertekan. 

    Berdasarkan data BEI, IHSG sempat menyentuh level terendah pada level 6.107 pada awal perdagangan hari ini. Indeks pun segera rebound ke level 6.131 pada pukul 09.36 WIB. Selama sepekan, indeks menguat 1,74 persen. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.