Kemenhub Jelaskan Antisipasi Mudik Liburan Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian masyarakat liburan ke berbagai tempat wisata pada libur Natal, Selasa 25 Desember 2018.

    Sebagian masyarakat liburan ke berbagai tempat wisata pada libur Natal, Selasa 25 Desember 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah penumpang pada saat liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 naik menjadi 1,75 juta orang atau setara dengan 3,55 persen dari jumlah penumpang saat ini.

    "Penumpang bus pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,69 juta orang," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam paparan rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 Desember 2019.

    Adapun Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi memastikan akan ada 50.317 unit bus yang melayani penumpang selama musim liburan nanti, yakni bus pariwisata, AKAP, dan AKDP.

    "Jumlah bus tahun ini naik 1,91 persen dari 2018," ucap Budi Setiyadi.

    Kenaikan frekuensi penumpang diperkirakan terjadi juga untuk angkutan sungai, danau, dan penyeberangan. Budi Setiyadi memperkirakan total penumpang angkutan SDP pada liburan mendatang menyentuh 2,27 juta penumpang.

    Jumlah tersebut meningkat 6,57 ketimbang pada 2018 yang hanya 2,13 juta penumpang.

    Untuk melayani penumpang via penyeberangan, Budi Setiyadi memastikan, stakeholder akan mengoperasikan kapal Ro-Ro sebanyak 228 unit atau naik 5,5 persen daripada 2018.

    "Kami sudah menyiapkan 11 lintas pelabuhan penyeberangan. Pada intinya, kami mempersiapkan berbagai aspek." 

    Aspek yang dimaksud meliputi prasarana jalan dan angkutan umum, manajemen operasional lalu lintas dan pengendalian kecelakaan, serta pemeriksaan kendaraan bermotor dan pengemudi.

    Budi Setiyadi mengimbau para pemudik pada saat liburan Natal 2019 dan Tahun baru 2020 mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.