Kejar Target, BPTJ Siapkan Angkutan Umum

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil angkutan umum Jak Lingko melintas di Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Adapun saat ini jumlah armada yang tergabung dalam program integrasi andalan Gubernur DKI Anies Baswedan itu baru mencapai 3.369 unit yang terdiri dari bus kategori besar, sedang dan kecil. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mobil angkutan umum Jak Lingko melintas di Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. Adapun saat ini jumlah armada yang tergabung dalam program integrasi andalan Gubernur DKI Anies Baswedan itu baru mencapai 3.369 unit yang terdiri dari bus kategori besar, sedang dan kecil. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ menggenjot pencapaian target 60 persen penggunaan moda transportasi umum pada 2029. Hingga 2019, target yang tercapai baru 32 persen.

    Badan di bawah Kementerian Perhubungan tersebut berkoordinasi dan integrasi dengan perusahaan angkutan untuk memenuhi target tadi.

    Direktur Angkutan BPTJ Aca Mulyana mengatakan pihaknya telah menyediakan angkutan umum, seperti taksi regular, Jabodetabek Airport Connection, hingga TransJabodetabek yang bekerja sama dengan Trans Jakarta.

    "Di bandara sudah disiapkan khusus sebanyak 4.965 taksi,” ujar Aca pada Senin, 2 Desember 2019.

    Dia menjelaskan bahwa di Jabodetabek pergerakan taksi regular sampai saat ini mencapai 17.880 yang disediakan oleh 70 perusahaan.

    Menurut Aca, untuk mempermudah akses ke bandara, selain taksi regular, juga disiapkan 87 Jabodetabek Airport Connection di 58 rute yang disediakan oleh 7 perusahaan.

    Adapun kerja sama dengan PT TransJakarta menghasilkan bus TransJabodetabek dengan 1.088 armada untuk melayani 58 rute yang disediakan oleh 19 perusahaan.

    Pergerakan orang di Jabodetabek pada 2018 meningkat 88 juta per hari dari 2015 yang hanya 47,5 juta per hari.

    Aca menerangkan dengan berkembangnya angkutan online (angkutan sewa khusus) kendaraan yang terdaftar dengan kartu pengawasan mencapai 19.794 dari 120 perusahaan.

    “Semoga semakin banyak yang menggunakan kendaraan umum," ucap Aca.

    MONICHA YUNIARTI SUKU | JOBPIE S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.