2020, Presiden Jokowi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5,04-5,05 persen pada 2020 di saat banyak negara lain justru tumbuh negatif.

    Jokowi saat acara makan siang bersama wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Senin, mengatakan perhitungan mengenai pertumbuhan ekonomi akan dibahas lebih lanjut pada awal Januari 2020.

    “Kita memperkirakan, bukan memastikan, akan tumbuh 5,04-5,05 persen kurang lebih. Bisa di atas itu, bisa di bawah,” kata dia.

    Angka tersebut menurut dia, patut disyukuri karena rata-rata pertumbuhan ekonomi negara lain justru menurun.

    “Tapi yang paling penting kalau kita bandingkan dengan negara lain yang semuanya turun, kita patut bersyukur masih diberi angka pertumbuhan ekonomi di atas lima persen,” katanya.

    Presiden menegaskan memang untuk 2020 bukan sesuatu yang mudah mempertahankan angka itu.

    “Meskipun kita tahu target kita di angka 5,3 persen. Kuncinya itu hanya ada di investasi. Kalau pertumbuhan investasi itu bisa mengalami kenaikan yang drastis, itu baru kita angka 5,3 persen akan bisa ketemu,” katanya.

    Jika ingin menaikkan ekspor, lanjutnya, relatif sulit karena pasar cenderung dalam tren yang menurun.

    “Kalau investasi itu memang peluang besarnya sebetulnya ada, tapi tinggal bagaimana penanganan di lapangan yang berkaitan misalnya penyelesaian perizinan yang cepat. Ini sekarang kita list mana daftar perusahaan dalam proses perizinan yang terhambat. Satu-satu kita selesaikan, kita ingin detail seperti itu,” katanya.

    Persoalan lainnya soal pembebasan lahan yang diupayakan terselesaikan baik oleh pemerintah pusat maupun pemda sesuai dengan kewenangannya.

    “Banyak hal seperti itu yang akan kita selesaikan satu per satu dalam rangka investasi, hanya satu dalam rangka cipta lapangan kerja. Kemudian mulai kita arahkan investasi ini akan bisa meraih usaha kecil dan menengah daerah, menggandeng usaha kecil menengah di sekitar daerah investasi,” kata Presiden Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.