Inflasi November 0,14 Persen, BPS Sebut 3 Komoditas Pemicu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas jual beli di pasar tradisional Pasar Paseban, Jakarta, 21 Oktober 2017. Saat ini PD Pasar Jaya tengah fokus menyelesaikan revitalisasi 16 pasar tradisional hingga akhir tahun 2017. TEMPO/Subekti.

    Aktivitas jual beli di pasar tradisional Pasar Paseban, Jakarta, 21 Oktober 2017. Saat ini PD Pasar Jaya tengah fokus menyelesaikan revitalisasi 16 pasar tradisional hingga akhir tahun 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat angka inflasi sepanjang November 2019 mencapai 0,14 persen. Sedangkan secara tahunan (yoy) angka inflasi mencapai 3 persen sedangkan inflasi tahun kalender (sepanjang Januari-November) 2019 mencapai 2,37 persen.

    "Dengan melihat angka inflasi ini target inflasi tahun 2019 kami perkirakan bisa tercapai," kata Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto saat mengelar konferensi pers di kantornya, Senin 2 Desember 2019.

    Secara bulanan, inflasi November ini naik dibandingkan Oktober yang mencapai 0,02 persen. Namun secara tahunan inflasi November lebih rendah dibandingkan Oktober yang mencapai 3,13 persen. Inflasi bulan Oktober, utamanya karena kenaikan harga pada kelompok makanan jadi seperti nasi dan lauk pauk, serta rokok.

    Suhariyanto menjelaskan, angka inflasi sepanjang November tersebut sama dengan tren pada dua tahun sebelumnya. Biasanya angka inflasi November akan naik karena permintaan masyarakat meningkat. Bulan depan, angka inflasi diperkirakan naik naik lagi karena adanya perayaan hari Natal dan tahun baru.

    Sementara itu, jika dilihat dari sisi komponen inflasi sepanjang November dikarenakan adanya kenaikan volatile food atau harga barang bergejolak. Andil kelompok bahan makanan sumbang 0,07 persen terhadap inflasi November.

    "Penyebab utama kenaikan inflasi karena terdorong harga bawang merah, tomat sayur dan daging ayam ras," kata Suhariyanto.

    Suhariyanto melanjutkan, angka inflasi ini dihambat oleh sejumlah komoditas yang justru mengalami deflasi. Sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit dan tarif angkutan udara.

    Menurut dia, dari komponen penyumbang kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Deflasi di komponen ini terjadi di angkutan udara karena bulan November bukanlah puncak (peak season), sehingga turun di sebanyak 32 kota yang disurvei BPS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.