SKK Migas: Tiga Proyek Hulu Migasi di Blok Natuna Beroperasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, President dan GM Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto Presiden Direktur Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso, Direktur Utama Pertamina Hulu Mahakam Ida Yusmiati, SVP Exploration Pertamina RP Yudiantoro, dan Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin saat meninjau North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. ANTARA

    Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, President dan GM Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto Presiden Direktur Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso, Direktur Utama Pertamina Hulu Mahakam Ida Yusmiati, SVP Exploration Pertamina RP Yudiantoro, dan Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin saat meninjau North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek hulu migas Bison, Iguana, dan Gajah-Puteri (BIGP) di Blok Natuna Sea Block A yang dioperasikan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Premier Oil telah menyalurkan gas pertamanya pada Kamis 28 November 2019. 

    Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengapresiasi tambahan produksi gas dari proyek BIGP.  

    "Produksi dari lapangan Bison sekitar 15 Mmscfd (Million Standard Cubic Feet per Day  atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari) dan dari lapangan Iguana sekitar 25 MMscfd," kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu P. Taher dalam keterangan tertulis, Senin 2 Desember 2019.

    Proyek ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun dengan total estimasi biaya investasi senilai US$325 juta. Adapun cadangan gas yang terdapat pada proyek BIGP sebanyak 93 BCF (miliar kaki kubik gas).

    Nantinya, gas akan disalurkan melalui infrastruktur eksisting yang berada dalam WK Natuna Sea Block A. 

    Keberhasilan pengerjaan proyek BIGP menjadi bukti lanjut kemampuan Premier Oil dalam melaksanakan siklus proyek dari eksplorasi hingga produksi. 

    Wisnu menambahkan uji kinerja sumur Bison dan Iguana berhasil diselesaikan dan secara paralel uji aliran gas terintegrasi dari kedua sumur pada laju alir gabungan 40 MMscfd juga diselesaikan dengan sukses.

    Premier Oil selaku operator WK Natuna Sea Block A memiliki kepemilikan saham sebanyak 28,67 persen, sedangkan sisanya dimiliki oleh beberapa pihak, yaitu KUFPEC, Pertamina, PTT, dan Petronas.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.