Dharmawangsa Ekspres Tujuan Surabaya, Harga Tiket Mulai 150 Ribu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gerbong kelas eksekutif KA Dharmawangsa relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi. KA ini diluncurkan mulai Senin, 1 Desember 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana gerbong kelas eksekutif KA Dharmawangsa relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi. KA ini diluncurkan mulai Senin, 1 Desember 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI (Persero) resmi meluncurkan kereta api baru, yakni KA Dharmawangsa Ekspres, relasi Jakarta Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi berkapasitas 786 penumpang. Executive Vice President Daop I Jakarta Dadan Rudiansyah mengatakan rangkaian gerbong kereta ini terdiri atas kelas eksekutif dan kelas ekonomi.

    "Ada enam kereta ekonomi dengan kapasitas 636 tempat duduk dan tiga kereta eksekutif berkapasitas 150 tempat duduk," ujar Dadan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

    Masing-masing gerbong ekonomi, kata dia, akan terisi penumpang dengan kapasitas maksimal 106 orang. Sedangkan di tiap-tiap gerbong eksekutif, KAI menyediakan 50 kursi.

    Meski diluncurkan hari ini, KA Dharmawangsa telah beroperasi mulai kemarin, 1 Desember 2019. Adapun tiket kereta jarak jauh ini sudah dijual melalui berbagai platform, seperti laman resmi KAI hingga aplikasi agen travel online.

    Dadan menjelaskan, harga tiket KA Dharmawangsa untuk kelas ekonomi pada hari biasa atau weekdays dijual senilai Rp 150 ribu. Sedangkan untuk akhir pekan atau hari libur dipatok Rp 150-160 ribu.

    Adapun harga tiket untuk kelas eksekutif ditetapkan sebesar Rp 350-390 ribu pada hari biasa. Sementara itu, saat hari libur atau akhir pekan, tiket kelas eksekutif dijual mulai Rp 350 ribu hingga Rp 480 ribu.

    KA Dharmawangsa akan berangkat setiap hari dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.25 WIB. Kereta ini akan berhenti di 15 stasiun. Selain Pasar Senen, kereta bakal singgah di Pegadeng Baru, Cirebon Prujakan, Brebes, Tegal, Pekalongan, Waleri, Semarang Tawang, Ngrombo, Randublatung, dan Cepu. Lalu, Bojonegoro, Babat, Lamongan, dan Surabaya Pasar Turi.

    Menurut Dadan, penambahan kerera anyar ini sejalan dengan pemberlakuan sistem Grafik Perjalanan atau Gapeka 2019 yang berlaku mulai 1 Desember 2019. Dengan pemberlakukan Gapeka, KAI menambah enam kereta api lainnya.

    Kehadiran kereta-kereta baru ini, ujar dia, bakal mengakomodasi kebutuhan pasar. "Kami menangkap kebutuhan masyarakat terhadap kereta api," ujarnya.

    Selain menghadirkan kereta baru, Dadan menjelaskan KAI saat ini tengah memperbaiki layanan. Salah satunya melonggarkan bangku gerbong kelas ekonomi dengan memperkecil kapasitas.
    "Kami bikin kelas ekonomi dari semula 106 kursi menjadi 80 kursi," ujarnya.

    Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan penambahan kereta api ini bakal meningkatkan target frekuensi penumpang hingga akhir 2019. "Kami prediksi kalau dari keseluruhan tempat duduk naik 4 persen," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...