Seleksi CPNS 2019, Ini 10 Instansi yang Paling Banyak Diincar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta menunggu untuk mengikuti tes seleksi kompetesi dasar CPNS serentak di Gedung Serbaguna, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 26 Oktober 2018. Sebanyak 31.400 pelamar yang lolos dalam tahap administrasi akan mengikuti tes seleksi kompetesi dasar CPNS untuk memenuhi kebutuhan kouta 4.550 PNS, yang dibagi menjadi 277 formasi untuk ditempatkan di Pemerintah Kota Tasikmalaya. ANTARA

    Sejumlah peserta menunggu untuk mengikuti tes seleksi kompetesi dasar CPNS serentak di Gedung Serbaguna, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 26 Oktober 2018. Sebanyak 31.400 pelamar yang lolos dalam tahap administrasi akan mengikuti tes seleksi kompetesi dasar CPNS untuk memenuhi kebutuhan kouta 4.550 PNS, yang dibagi menjadi 277 formasi untuk ditempatkan di Pemerintah Kota Tasikmalaya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring resmi ditutupnya pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019 per 30 November 2019 lalu, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menginformasikan sejumlah data terbaru melalui akun Facebook resminya.

    BKN menyebutkan pada Sabtu pekan lalu pukul 14.43 WIB, Kemenkumham menjadi instansi dengan jumlah pelamar terbanyak dengan 700 ribu pelamar lebih. Sementara itu, pada sehari sebelumnya, 29 November 2019 per 15.43 WIB, sebanyak 5.044.482 orang sudah membuat akun, 4.406.310 orang sudah mengisi formulir, dan 4.132.739 orang sudah melakukan proses submit.

    Tercatat ada 10 instansi dengan pelamar terbanyak, yaitu:
    - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham 708.488
    - Kementerian Agama 212.357
    - Kejaksaan Agung 75.734
    - Mahkamah Agung RI 58.320
    - Pemerintah Provinsi Jawa Timur 57.314
    - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 53.908
    - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 50.528
    - Pemerintah Provinsi Jawa Barat 41.722
    - Kementerian Perhubungan 38.780
    - Kementerian Kesehatan 34.892 

    Sementara itu, ada 10 instansi dengan paling sedikit pelamar, yakni:
    - Kementerian Koordinator Bidang PMK 528
    - Sekretariat Jenderal MPR 483
    - Pemerintah Kab. Bone Bolango 483
    - Kementerian Pemuda dan Olahraga 481
    - Pemerintah Kab. Maluku Barat Daya 470
    - Setjen KOMNAS HAM 455
    - Pemerintah Kab. Bombana 428
    - Pemerintah Kota Bitung 394
    - Pemerintah Kab. Labuhanbatu Selatan 393
    - Kementerian Riset dan Teknologi 378

    BKN juga mencatat ada 10 formasi dengan pelamar terbanyak, yaitu:
    - Penjaga Tahanan (Pria) 304.247
    - Ahli Pertama - Guru Kelas 230.768
    - Pelaksana/Terampil - Bidan 182.624
    - Ahli Pertama - Guru Agama Islam 150.830
    - Pelaksana/Terampil - Perawat 149.645
    - Penjaga Tahanan (Wanita) 142.080
    - Ahli Pertama - Guru Matematika 121.892
    - Ahli Pertama - Guru Bahasa Inggris 118.951
    - Pelaksana/Pemula - Pemeriksa Keimigrasian (Pria) 96.598
    - Ahli Pertama - Guru Bahasa Indonesia 93.685

    Adapun 10 formasi dengan paling sedikit pelamar, yakni:
    - Asisten Ahli - Dosen Arkeologi 0
    - Asisten Ahli - Dosen Asas-Asas Kebudayaan Islam 0
    - Asisten Ahli - Dosen Bahasa Pali 0
    - Asisten Ahli - Dosen Diksi 0
    - Asisten Ahli - Dosen Etnomusikologi 0
    - Asisten Ahli - Dosen Hadits Ahkam 0
    - Asisten Ahli - Dosen Ilmu Jiwa Pendidikan 0
    - Asisten Ahli - Dosen Keterampilan Menggambar Dan Prakarya 0
    - Asisten Ahli - Dosen Manajemen Haji Dan Umrah 0
    - Asisten Ahli - Dosen Manajemen Organisasi Dakwah 0

    Sejumlah instansi saat ini masih membuka pendaftaran CPNS 2019 hingga Desember. Beberapa di antaranya ialah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Pemerintah Keuangan, Badan Pembina Ideologi Pancasila. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perdagangan, Badan Pendidikan dan Kebudayaan DIKTI, hingga Kementerian Riset dan Teknologi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.