Kilang Pertamina - Rosneft Tuban Serap 20 Ribu Tenaga Kerja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (kanan) dan rombongan meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. Pembelian minyak mentah itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri dan sebagai upaya untuk memenuhi ketahanan energi nasional. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (kanan) dan rombongan meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. Pembelian minyak mentah itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri dan sebagai upaya untuk memenuhi ketahanan energi nasional. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Tuban - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, kilang minyak kerjasama Pertamina-Rosneft pada tahap pembangunan akan menggunakan 35 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kilang Pertamina ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 20  ribu saat konstruksi dan 2.500 saat operasi.

    ”Menyerap tenaga kerja banyak,” ujarnya saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di acara peninjauan proyek pembangunan pelabuhan di Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu 30 November 2019.

    Menurut Nicke Widyawati, proyek ini menciptakan multiplier effect lainnya.  Terutama di sekitar lokasi di  Kabupaten Tuban. Juga peningkatan pendapatan negara dan daerah baik dari pajak, menambah devisa negara dan mengurangi ketergantungan impor crude dan produknya.

    Nicke Widyawati mengatakan, kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk kebutuhan dalam negeri. Adanya kilang Tuban, menekan impor karena kebutuhannya dipenuhi dari kilang yang tengah dibangun di Tuban ini.

    Terkait proses pembangunan kilang Tuban, kini telah memasuki tahap early work. Yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektare serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektare. Untuk proses saat ini, tengah ada pembangunan tahap awal dimana Pertamina telah menyerap 271 tenaga  kerja lokal di Tuban.”Tentu menyerap tenaga lokal,” tandasnya.

    Setelah mendapatkan penetapan lokasi, kata dia, Pertamina mempersiapkan lahan lahan termasuk menjalankan kesepakatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

    Makanya, pihak Pertamina kini pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain itu, Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di Tuban. Mereka yang berprestasi diberi peluang kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu Blora, Jawa Tengah. “Kita berharap para pelajar berprestasi itu punya keahlian khusus,” imbuhnya.

    Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein mengatakan, penyerapan tenaga kerja lokal di daerahnya tentu jadi pilihan utama. Apalagi, kilang minyak Pertamina-Rosneft, disbeut tercanggih dan menyerap tenaga kerja lokal di Tuban.”Kita patut apresiasi,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.