Hingga September 2019, Ekpor Sarung Batik Capai US$ 15,98 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perajin menjemur kain batik di industri batik rumahan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu 19 Juni 2019. Menurut salah seorang perajin, permintaan seragam batik sekolah untuk tahun ajaran baru meningkat sebesar sekitar 25 persen daripada hari biasa, dengan harga jual kain batik berkisar Rp25.000 per meter. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Perajin menjemur kain batik di industri batik rumahan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu 19 Juni 2019. Menurut salah seorang perajin, permintaan seragam batik sekolah untuk tahun ajaran baru meningkat sebesar sekitar 25 persen daripada hari biasa, dengan harga jual kain batik berkisar Rp25.000 per meter. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kota Pekalongan Sri Haryati mengatakan kerajinan sarung batik khas asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, telah menembus pasar ekspor, khususnya di kawasan Asia.

    "Produk sarung batik ini sudah diekspor ke sejumlah negara seperti ke Thailand, Singapura, Korea, Malaysia, India, Tiongkok, Saudi Arabia, Dubai, dan Hongkong," katanya di Pekalongan, Sabtu 30 November 2019.

    Menurut dia, produk sarung batik memiliki potensi yang cukup besar untuk dijual ke pasar ekspor dan diminati pasar perdagangan global, khususnya di pasar Asia.

    Pemkot melalui Dindagkop-UKM telah melakukan beragam upaya untuk mengekspansi tujuan ekspor sarung batik, tidak hanya ke negara di kawasan Asia saja, namun juga ke negara lainnya seperti Afrika.

    "Sejumlah kawasan di dunia kini sudah mulai dijajaki oleh pelaku ekspor sebagai tujuan pangsa sarung batik," katanya.

    Ia mengatakan adanya instruksi Wali Kota Pekalongan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) memakai sarung batik setiap hari Jumat juga berpengaruh terhadap meningkatnya minat pecinta sarung batik.

    Selain sarung batik, kata dia, komoditi ekspor asal Kota Pekalongan adalah tekstil yang kini sudah menembus seperti ke Korea, India, Vietnam, Tiongkok, Singapura, dan Bangladesh.

    "Adapun jumlah nilai ekspor yang sudah dicapai hingga September 2019 sekitar 15,98 juta dolar AS," kata dia. 
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.