Kata OJK Soal Dugaan Direktur BTN Terpapar Radikalisme

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN saat mengelar konferensi pers usai mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara BTN, Jakarta Pusat, Rabu 27 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Jajaran Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN saat mengelar konferensi pers usai mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara BTN, Jakarta Pusat, Rabu 27 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons ihwal viral Direktur Konsumer dan Komersial PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Hirwandi Gafar disebut diduga terpapar radikalisme. Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan perubahan pengurus baik direksi, maupun komisaris merupakan kewenangan pemilik, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

    "BTN baru selesai RUPS dan hasilnya belum diajukan ke OJK untuk fit and proper," kata Sekar saat dihubungi, Sabtu, 30 November 2019.

    Adapun di media sosial Twitter, misalnya, tersebar potongan gambar dari laman Facebook Hirwandi Gafar pada 23 Mei 2017. Dalam statusnya saat itu disebutkan: "Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus"

    Tak hanya itu, di samping potongan gambar itu, terdapat foto Habib Rizieq dengan tulisan, "Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya."

    Potongan gambar status Facebook yang diduga milik Hirwandi Gafar itu disandingkan dengan curriculum vitae-nya sebagai Direktur Consumer and Commercial Lending BTN. CV Hirwandi dengan logo BTN di sebelah kanan atas itu di antaranya berisi informasi tempat dan tanggal lahir, pendidikan, dan pengalaman kerjanya.

    Postingan di Twitter itu kemudian merebak viral sejak Jumat kemarin hingga kini. Salah satu netizen mempertanyakan hal ini ke Menteri BUMN Erick Thohir.

    Ketika dikonfirmasi, staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan pihaknya tidak kecolongan dalam menetapkan pimpinan-pimpinan di perusahaan pelat merah. "Kerja kita pasti profesional. Jadi yang kita nilai adalah kemampuan profesionalnya," ucapnya pada Tempo, Sabtu, 30 November 2019.

    Ia juga menegaskan bahwa Kementerian BUMN selalu mengedepankan ideologi Pancasila sebagai salah satu kriteria seleksi direksi perseroan. "Ideologi pasti ideologi Pancasila," katanya.

    Ihwal informasi Hirwandi Gafar mendukung ideologi khilafah, Arya membantahnya. "Sampai hari ini kami menyatakan tidak benar. Sampai nanti kalau memang Hirwandi ternyata memiliki ideologi lain selain Pancasila, kami pasti menindaklanjutinya," tutur Arya.

    Ketika ditanya soal viralnya kabar tersebut, Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul mengatakan belum tahu. "Saya cek dulu," katanya. Dia juga menduga Hirwandi belum mengetahui viralnya kabar tersebut.

    HENDARTYO HANGGI | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.