Proyek Jalan Akses ke Pelabuhan Patimban Terancam Molor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berharap Asa dari Pelabuhan Patimban

    Berharap Asa dari Pelabuhan Patimban

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meninjau langsung perkembangan pembangunan pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemarin. Pelabuhan yang ditargetkan rampung pada 2027 ini digadang-gadang menjadi pelabuhan terbesar nantinya dengan total nilai investasi sebesar Rp 50 triliun. Untuk menuju pelabuhan, pemerintah juga tengah membangun jalan akses sepanjang 8,3 kilometer dengan target rampung pada April 2020.

    "Memang arah ke depan ini menjadi pelabuhan khusus untuk mobil. Karena kita ingin menjadi sebuah hub besar bagi produksi otomotif di kawasan kita sehingga ekspor-ekspor ke Australia, New Zealand, atau negara-negara ASEAN semuanya berangkat dari pelabuhan Patimban ini," ujar Jokowi, Jumat 29 November 2019. 
     
    Adapun pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Patimban terancam molor dari target April 2020. Hal tersebut terungkap saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pada Kamis lalu. Saat itu, Basuki sempat menyambangi beberapa titik sepanjang proyek, lalu mendapati beberapa ruas jalan yang tidak ada kesibukan. 
     
    "Ini masih pukul 4 (sore), tapi tidak ada yang kerja. Dua pekan lagi, saya cek lagi ke sini harus ada, perubahan. Ini masih bisa dipercepat," ujar Basuki kepada pekerja kontraktor di Subang, Jawa Barat, Kamis lalu. 
     
    Kontrak pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban dan konsultan supervisi telah ditandatangani pada 14 Agustus 2018 dengan kontraktor pelaksana yakni PT PP, PT Bangun Cipta Kontraktor, dan Shimizu Corporation dengan alokasi anggaran Rp 1,12 triliun. Adapun perkembangan proyeknya baru mencapai 55,8 persen. 
     
    Basuki mendesak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai target. Pasalnya, ketersediaan infrastruktur jalan itu sangat krusial untuk menunjang Pelabuhan Patimban yang akan menjadi pelabuhan internasional terbesar di Indonesia selain Pelabuhan Tanjung Priok. 
     
    "Untuk itu saya minta agar ditambah sumber dayanya, baik peralatan dan pekerja. Shift kerja juga harus ditambah agar bisa selesai tepat waktu," ujar Basuki. 
     
    General Superintendent Shimizu Corporation Shahizan sempat mengatakan pesimistis pembangunan Jalan Akses Patimban itu selesai hingga April tahun depan. Dalam kunjungan tersebut, Sahizan menyampaikan masih ada kendala dalam pengerjaan, seperti kekurangan tenaga kerja hingga peralatan kerja. 
     
    "Kalau untuk selesai April, saya rasa agak berat. Mungkin mundur sekitar empat bulan jadi sekitar Agustus," ujar Sahizan saat itu. 
     
    Namun, Basuki menolak untuk memundurkan target penyelesaian. Pasalnya, kata dia, Jalan Akses Pelabuhan Patimban juga menjadi salah satu dari tindak lanjut pertemuan Jokowi dengan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008 Yusuo Fakuda yang juga Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia pada pekan lalu. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.