Diduga Terpapar Radikalisme, Ini Rekam Jejak Hirwandi Gafar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan potongan gambar dari laman Facebook yang diduga milik Hirwandi Gafar pada 23 Mei 2017 yang isinya mendukung Habib Rizieq. Potongan gambar ini berkembang viral belakangan ini di sejumlah media sosial. (sumber: Twitter)

    Tampilan potongan gambar dari laman Facebook yang diduga milik Hirwandi Gafar pada 23 Mei 2017 yang isinya mendukung Habib Rizieq. Potongan gambar ini berkembang viral belakangan ini di sejumlah media sosial. (sumber: Twitter)

    TEMPO.CO, JakartaNama direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Hirwandi Gafar belakangan viral di sejumlah media sosial karena diduga terpapar radikalisme. Kendati kabar tersebut telah dibantah oleh Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga. Lantas, siapakah Hirwandi Gafar?

    Berdasarkan laman resmi BTN, Hirwandi adalah alumnus Intitut Teknologi Bandung. Ia diangkat sebagai Direktur Consumer And Commercial Lending Bank BTN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BTN tanggal 27 November 2019.

    Sebelum menduduki posisinya ini, Hirwandi sudah pernah menempati sejumlah posisi di perusahaan perbankan pelat merah itu. Beberapa posisi yang tercatat antara pain pada 2013-2014, ia menjabat Head of Business Development Subsidized Mortgage Department.

    Setahun setelahnya, Hirwandi menjabat Head of Subsidized Mortgage Division selama lima tahun hingga 2019. Selanjutnya, ia menduduki kursi Head of Subsidized Mortgage Lending Division, hingga akhirnya masuk ke jajaran direksi.

    Nama Hirwandi terus diperbincangkan, misalnya di media sosial Twitter. Di sana tersebar potongan gambar dari laman Facebook Hirwandi Gafar pada 23 Mei 2017. Dalam statusnya saat itu disebutkan: "Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus"

    Tak hanya itu, di samping potongan gambar itu, terdapat foto Habib Rizieq dengan tulisan, "Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya."

    Potongan gambar status Facebook yang diduga milik Hirwandi Gafar itu disandingkan dengan curriculum vitae-nya sebagai Direktur Consumer and Commercial Lending BTN. CV Hirwandi dengan logo BTN di sebelah kanan atas itu di antaranya berisi informasi tempat dan tanggal lahir, pendidikan, dan pengalaman kerjanya.

    Postingan di Twitter itu kemudian merebak viral sejak Jumat kemarin hingga kini. Salah satu netizen yang melalui akun @Kars104 mempertanyakan hal ini ke Menteri BUMN Erick Thohir.

    "Kami dukung pak @erickthohir membersihkan BUMN dari radikalisme. Sudahkah pak Erick tahu, ada seorang direktur BTN bernama Hirwandi Gafar yg sdh terpapar radikalisme?" seperti dikutip dari akun Twitter @Kars104, Jumat, 29 November 2019. 

    Ada juga Noona Mey Manado yang menduga Kementerian BUMN kecolongan dalam memilih direktur bank pelat merah tersebut. "Ini bener ga account milik Hirwandi Gafar Pimpinan Di BTN ???klo bener berarti kecolongan donk ???" seperti dikutip dari akun Twitter-nya @Mey_MeynieJT, Jumat 29 November 2019.

    Ketika dikonfirmasi, staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan pihaknya tidak kecolongan dalam menetapkan pimpinan-pimpinan di perusahaan pelat merah. "Kerja kita pasti profesional. Jadi yang kita nilai adalah kemampuan profesionalnya," ucapnya pada Tempo, Sabtu, 30 November 2019.

    Ia juga menegaskan bahwa Kementerian BUMN selalu mengedepankan ideologi Pancasila sebagai salah satu kriteria seleksi direksi perseroan. "Ideologi pasti ideologi Pancasila," kata Arya Sinulingga.

    Ihwal informasi Hirwandi Gafar mendukung ideologi khilafah, staf khusus Erick Thohir ini membantahnya. "Sampai hari ini kami menyatakan tidak benar. Sampai nanti kalau memang Hirwandi ternyata memiliki ideologi lain selain Pancasila, kami pasti menindaklanjutinya," tutur Arya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.