BUMN Lakukan Ini jika Direktur BTN Terbukti Terpapar Radikalisme

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

    Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, JakartaStaf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga memastikan Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Hirwandi Gafar, hingga kini belum terbukti terpapar radikalisme. "Kami lihat sampai sekarang sih belum (terbukti terpapar radikalisme)," ujar Arya kepada Tempo, Sabtu, 30 November 2019.

    Arya juga membantah dugaan Hirwandi terpapar ideologi khilafah. Arya memastikan bahwa tuduhan itu tidak benar. Apalagi, ia menyebut kementeriannya selalu mengedepankan ideologi pancasila sebagai kriteria penentuan direksi perusahaan pelat merah. "Jadi sampai hari ini kami nyatakan tidak benar."

    Meski demikian, kalau kemudian ada bukti-bukti bahwa Hirwandi terpapar radikalisme atau ideologi khilafah, staf khusus Erick Thohir ini menegaskan Kementerian BUMN akan mengambil tindakan. "Karena di Indonesia kan tidak boleh ada ideologi lain selain Pancasila," tuturnya.

    Sebelumnya viral kabar di media sosial bbahwa Hirwandi Gafar terpapar radikalisme. Di media sosial Twitter, misalnya, tersebar potongan gambar dari laman Facebook Hirwandi Gafar pada 23 Mei 2017. Dalam statusnya saat itu disebutkan: "Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus"

    Tak hanya itu, di samping potongan gambar itu, terdapat foto Habib Rizieq dengan tulisan, "Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya."

    Potongan gambar status Facebook yang diduga milik Hirwandi Gafar itu disandingkan dengan curriculum vitae-nya sebagai Direktur Consumer and Commercial Lending BTN. CV Hirwandi dengan logo BTN di sebelah kanan atas itu di antaranya berisi informasi tempat dan tanggal lahir, pendidikan, dan pengalaman kerjanya.

    Postingan di Twitter itu kemudian merebak viral sejak Jumat kemarin hingga kini. Salah satu netizen yang melalui akun @Kars104 mempertanyakan hal ini ke Menteri BUMN Erick Thohir.

    "Kami dukung pak @erickthohir membersihkan BUMN dari radikalisme. Sudahkah pak Erick tahu, ada seorang direktur BTN bernama Hirwandi Gafar yg sdh terpapar radikalisme?" seperti dikutip dari akun Twitter @Kars104, Jumat, 29 November 2019. 

    Ada juga Noona Mey Manado yang menduga Kementerian BUMN kecolongan dalam memilih direktur bank pelat merah tersebut. "Ini bener ga account milik Hirwandi Gafar Pimpinan Di BTN ???klo bener berarti kecolongan donk ???" seperti dikutip dari akun Twitter-nya @Mey_MeynieJT, Jumat 29 November 2019.

    Nama Hirwandi Gafar masuk dalam susunan direksi BTN yang diumumkan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu lalu, 27 November 2019.  RUPSLB juga melakukan perubahan nomenklatur pimpinan direksi di tubuh BTN.

    Dengan adanya perubahan itu, saat ini susunan direksi yang semula 9 direktur menjadi hanya 8 direktur. Sedangkan posisi komisaris juga dipangkas menjadi 6 dari semula 8 orang.

    Susunan baru itu juga menyebutkan ada dua orang baru yang masuk menjadi direktur BTN. Kedua orang tersebut adalah Setyo Wibowo sebagai Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics dan Jasmin sebagai Direktur Distribution & Ritel Funding.

    Sementara itu, Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul hanya menjawab pendek ketika dikonfirmasi terkait viralnya kabar soal Hirwandi Gafar tersebut. "Saya cek dulu ya," ucapnya ketika dihubungi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.