Jalankan Instruksi Jokowi, Gubernur Riau Janjikan Perizinan Cepat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Riau Syamsuar saat dilantik bersama Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 20 Februari 2019. Seperti diketahui akhir masa jabatan Gubenur Riau saat ini, yang dijabat Wan Thamrin Hasyim berakhir pada tanggal 19 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    Gubernur Riau Syamsuar saat dilantik bersama Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 20 Februari 2019. Seperti diketahui akhir masa jabatan Gubenur Riau saat ini, yang dijabat Wan Thamrin Hasyim berakhir pada tanggal 19 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Riau Syamsuar siap menjalankan instruksi Presiden Jokowi untuk memberi kemudahan berinvestasi kepada para investor yang ingin masuk ke Provinsi Riau. Kemudahan itu berupa fasilitas cepatnya proses perizinan, dan pemberian insentif lainnya.

    “Soal perizinan, siapa saja yang ingin berinvestasi, tinggal serahkan dokumen, lalu tidur sekejap. Besok pagi, saya langsung akan teken. Ini yang tips yang disampaikan Presiden Jokowi,” kata Syamsuar dalam acara tatap muka pengusaha dengan jajaran pemerintahan Provinsi Riau yang digelar Persatuan Masyarakat Riau Jakarta pada, Jumat malam, 29 November 2019.

    Menurut Syamsuar, Riau membuka peluang berinvestasi di berbagai sektor. Paling terdepan adalah industri hilirisasi produk crude palm oil (CPO), yang tersebar di banyak kabupaten. “Sekarang ini ada tiga kawasan industri yang siap menampung siapa pun yang ingin masuk berinvestasi,” katanya. Selain itu, bidang pariwisata juga bisa menjadi pilihan investor untuk menanamkan uangnya.

    Dia menegaskan, selain memiliki kawasan industri, Riau saat ini sudah menyiapkan beragam proyek infrastruktur untuk menunjang kegiatan usaha. Juga, fasilitas pasokan listrik yang saat ini sudah terjaga dengan baik. “Riau ini ibarat anak dara yang siap dipinang investor dalam berbagai bidang,” ujar Syamsuar.

    Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Jakarta Rusli Effendi mengatakan, acara untuk menghubungkan pengusaha dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten dan Kota sebagai wujud kontribusi para perantau Riau di Jakarta untuk kampung halaman.”Kami ingin semakin banyak investasi yang masuk, dan memicu kemajuan daerah Riau,” katanya. “Acara serupa akan semakin sering kami gelar.”

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono, yang juga putra kelahiran Riau dan menjabat sebagai Dewan Pembina Persatuan Masyarakat Riau Jakarta mengatakan perlu konsep baru untuk membantu pertumbuhan ekonomi Riau.

    Menurut Gatot, sudah saatnya didorong masuk investasi yang bisa memberi lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kegiatan usaha tidak boleh berhenti hanya soal membangun gedung, tapi membangun usaha yang bisa memberi banyak lapangan kerja,” kata lulusan Akademi Kepolisian 1988 ini.

    Gatot menegaskan, Riau semestinya menarik bagi para calon investor. Selain strategis, sumber daya alam Riau juga berlimpah. “Sejak kecil saya ditanamkan, bahwa Riau itu kaya raya. Di atas minyak, di bawah bumi juga kaya minyak. Saatnya Riau semakin maju.” katanya.

    Adapun, perantau asal Riau Djonieri mengatakan pariwisata Riau mesti digenjot lagi. Menurut salah satu Direktur Otoritas Jasa Keuangan ini, kelemahan industri pariwisata Riau, adalah kurangnya infrastruktur penunjang dan minimnya kegiatan promosi.

    “Candi Muara Takus, misalnya. Sangat terbatas yang tahu, padahal itu obyek wisata yang sangat menarik.” kata Djonieri yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau Jabodetabek ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!