Proyek Jalan Jalur Lintas Selatan Yogya Terbangun 70 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara jalur lintas selatan di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat 10 Mei 2019. Jalur lintas selatan yang menghubungkan wilayah Cilacap hingga Yogyakarta tersebut dapat menjadi jalur alternatif bagi pemudik saat mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Foto udara jalur lintas selatan di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat 10 Mei 2019. Jalur lintas selatan yang menghubungkan wilayah Cilacap hingga Yogyakarta tersebut dapat menjadi jalur alternatif bagi pemudik saat mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) di wilayah DI Yogyakarta saat ini sudah terbangun 70 persen dari total panjang 116 kilometer.

    JJLS atau jalan lintas pantai selatan (pansela) DIY itu merupakan bagian dari proyek besar pembangunan pansela Pulau Jawa yang secara keseluruhan memiliki total panjang 1.602,99 kilometer.

    Proyek pansela Pulau Jawa sendiri terbagi di lima provinsi yaitu Banten (175 Km), Jawa Barat (417 Km), Jawa Tengah (211,95 Km), DIY (116,07 Km) dan Jawa Timur (676,82 Km).

    "Untuk wilayah Lot 5 khususnya, sudah mencapai progress 15 persen yang diharapkan bisa selesai pada bulan Februari tahun 2022," ujar Project Officer Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah DIY, Juniar Perkasa, dalam keterangannya, Jumat, 29 November 2019.

    JJLS ini menghubungkan wilayah wilayah di pesisir pantai selatan Pulau Jawa dan ditargetkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan mengenai pantai selatan. Proyek ini juga ditargetkan menekan kesenjangan pertumbuhan perekonomian dengan pantai utara yang lebih maju.

    Proyek ini merupakan pembangunan jangka menengah yang jadi prioritas pemerintah pusat dan sudah dicanangkan sejak tahun 2004. "Untuk menghilangkan kesenjangan antara pantai bagian utara, tengah dan selatan Jawa," ujar Juniar.

    Dengan disempurnakannya Pansela, diharapkan pemerataan kesejahteraan akan tercipta dan akses jalan akan terbuka sehingga membuka peluang untuk kegiatan ekonomi, pemanfaatkan SDA serta potensial objek wisata.

    Kepala Bidang Bina Marga DinasPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) DIY Bambang Sugaib mengatakan JJLS ini merupakan program atau proyek yang diinisiasi pemerintah pusat dan daerah.

    Diawali dengan kesepakatan lima gubernur, yaitu Gubernur Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY sejak tahun 2004.
    Dan bertujuan mewujudkan pengembangan wilayah khususnya pantai selatan.

    Adapun trase JJLS di wilayah DIY sepanjang 116,07 Km, berawal dari ujung barat perbatasan Kabupaten Purworejo dengan Kabupaten Kulon Progo (Congot) hingga perbatasan Kabupaten Bantul yang memiliki panjang 23,15 kilometer. Lalu berlanjut ke arah timur memasuki Kabupaten Bantul hingga Parangtritis memiliki panjang 16,58 kilometer.

    Kemudian bersambung lagi ke perbatasan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Gunung Kidul sampai dengan perbatasan antara Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Wonogiri, memiliki panjang 76,34 Km.

    Secara umum Jalan Jalur Lintas Selatan dibangun secara bertahap, dengan lebar 7 atau 7,5 m untuk lebar aspal. Namun di tiap perbatasan (Kabupaten Wonogiri dan Purworejo) sudah dibangun dengan 4 lajur dengan pelaksanaan fisiknya 2 lajur terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.