Microsoft Gandeng Grab Incar Pasar UMKM Indonesia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makan siang di taman yang bertebaran di area kantor Microsoft Redmond

    Makan siang di taman yang bertebaran di area kantor Microsoft Redmond

    TEMPO.CO, Jakarta - Microsoft Indonesia memperluas layanannya dengan mengeluarkan produk bundel bernama Grab for Business 365. Produk ini merupakan kolaborasi dengan Grab Indonesia.

    Produk yang menyasar segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini memiliki sejumlah keuntungan bagi pelanggan perusahaan seperti penyederhanaan proses pengajuan dan perjalanan bisnis karyawan hingga pendataan secara waktu nyata atau real time.

    Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan bahwa dalam mendorong penetrasi produk barunya ke pasar UMKM, Microsoft melakukan jemput bola dengan menawarkan langsung ke UMKM dan pemasaran melalui digital.

    Tidak hanya itu, Microsoft dan Grab, juga menawarkan promo gratis akses selama 6 bulan pertama kepada pelanggan baru yang ingin menikmati layanan ini.

    Haris mengatakan dalam mendorong produk komputasi awan perseroan ke pasar UMKM, Microsoft akan terus membuka kerja sama dengan banyak mitra. Dia mengatakan Microsoft tidak akan bertarung dengan menawarkan harga murah kepada pelanggan UMKM.

    Strategi harga, ujar Haris, hanyalah salah satu dari sekian banyak strategi agar bisnis tumbuh.Kualitas mengambil peran yang sangat besar. Dalam menjaga kualitas layanan dan keamanan data, Microsoft menghabiskan dana setiap tahunnya sebesar US$ 1 miliar.

    “Jadi kami bekerja sama dengan mitra untuk memastikan bahwa UMKM mendapat solusi yang tepat dan relevan yang membantu mereka untuk tumbuh. Jika mitra kami tumbuh, maka bisnis kami juga akan tumbuh,” kata Haris Kamis, 28 November 2019.

    Haris menambahkan saat ini Microsoft memiliki tiga produk komputasi awan yaitu Microsoft 365, Dynamic Microsoft, dan Microsoft Azure. Ketiga produk tersebut tidak hanya ditujukan untuk pasar UMKM, namun juga untuk pasar perusahaan dengan skala besar.

    Hasil riset Grab bersama Microsoft menyebutkan bahwa sebuah perusahaan seringkali mengalami kesulitan dalam pengelolaan aktivitas bisnis sehari-hari, seperti administrasi persetujuan dari tim manajemen untuk perjalanan bisnis secara lokal, pendataan bukti transaksi, hingga jumlah voucer untuk transportasi yang tersebar dalam melakukan perjalanan bisnis.

    Grab for Business 365, dapat membantu perusahaan bisnis dalam mengelola aktivitas transportasi dengan bantuan teknologi, sehingga pengelolaan lebih efektif dan efisien.

    Sistem ini akan membuat proses pengajuan dan persetujuan perjalanan bisnis makin cepat karena terintergrasi. Tim manajemen juga dapat memantau secara langsung perjalanan karyawannya melalui visualisasi data yang ditampilkan secara real time.

    Selain itu, perusahaan dapat mengetahui pola dan waktu penggunaan perjalanan, melalui akun korporasi yang sudah didaftarkan pada layanan Grab for Business 365.

    President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan bahwa layanan Grab for Business akan terus berkembang tidak hanya berhenti pada pemantauan transportasi. Dia berencana kedepannya layanan ini dapat membantu memantau pemesanan hotel hingga makanan karyawan.

    Adapun mengenai promo gratis 6 bulan yang diberikan saat ini, kata Ridzki, itu merupakan strategi pemasaran untuk mendongkrak produk baru.

    “Kami melakukan promo untuk marketing tools untuk daerah tertentu dan segmen tertentu,“ kata Ridzki.

    Dia mengatakan bahwa salah satu alasan Grab memilih bekerja sama dengan Microsoft karena masing-masing perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu menjangkau semua segmen bisnis, termasuk UMKM.

    Berdasarkan data yang dihimpun Grab Indonesia saat ini terdapat 60 juta UMKM di seluruh Indonesia, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar Rp8.400 triliun.

    Selain itu, masih dari data yang sama, diketahui bahwa terjadi perubahan cara kerja karyawan di Indonesia.

    Sebanyak 85 persen karyawan saat ini menghabiskan setidaknya 1 hari, untuk bekerja di luar kantor. Sayangnya, hanya 58 persen perusahaan yang mendukung kultur kerja fleksibel tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.