Passing Grade Tinggi, Pendaftar CPNS 2019 di Bandung Turun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tak hanya formasi umum dan formasi khusus cyber security, rekrutmen CPNS 2019 juga dibuka untuk formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif yang harus dilampaui adalah 271 dengan nilai TIU minimal 85. (dok KemenpanRB)

    Tak hanya formasi umum dan formasi khusus cyber security, rekrutmen CPNS 2019 juga dibuka untuk formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif yang harus dilampaui adalah 271 dengan nilai TIU minimal 85. (dok KemenpanRB)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pendaftar pada seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019 di Kota Bandung menurun drastis dibanding tahun lalu. Tahun lalu tercatat jumlah pendaftar mencapai 19.000-20.000, namun tahun ini hanya 14.026 pendaftar.

    "Ya, tahun ini sangat turun," ujar Sekretaris Seleksi CPNS 2019 Kota Bandung, Rachmat Satiadi, Jumat 29 November 2019.

    Ia menilai, penurunan angka pelamar pada CPNS 2019 ini diakibatkan oleh tingginya nilai passing grade Kota Bandung dibanding daerah lain. Sehingga, kata dia, para pelamar memilih untuk mendaftar di daerah lain. ‎Terlebih, pada seleksi saat ini terdapat persyaratan TOEFL yang tidak ada pada tahun kemarin.

    "Persyaratan IPK juga mempengaruhi, sekarang minimal 2,75. Tahun lalu tidak ada. Selain itu, masalah akreditasi (persyaratan) kampus dan program studi," kata Rachmat.

    Rachmat mengatakan, pendaftaran tahapan seleksi CPNS di Kota Bandung sudah resmi ditutup pada Selasa 26 November 2019 lalu. Dari jumlah 14.026 orang yang mendaftar CPNS 2019, hanya 11.361 pelamar yang menyerahkan berkas atau submit untuk mengikuti tahapan lanjutan.

    Berdasarkan hasil verifikasi, dari 11.361 pelamar itu, sekitar 3.842 berkas dinyatakan memenuhi syarat. Sementara 2.882 berkas pelamar lainnya tidak memenuhi syarat dan sisanya. Sisanya, sebanyak 4.637 berkas pelamar CPNS 2019 belum diverifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.