Edhy Prabowo Minta Dukungan Perangi Sampah Plastik ke Dubes Asing

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mencicipi makanan saat Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mencicipi makanan saat Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kembali melakukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) negara mitra, yaitu Norwegia, Prancis, Rusia, Tunisia, dan India. Pertemuan itu untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.

    Edhy Prabowo menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen melanjutkan dan memperat kerja sama yang telah berjalan dengan Norwegia, terutama dalam bidang yang menjadi keahlian Norwegia. "Perikanan budidaya, pemberantasan IUU Fishing, kampanye terkait kejahatan global terorganisir di industri perikanan, peningkatan kapasitas SDM KKP, dan penanganan sampah plastik menjadi beberapa hal yang kami harap dapat turut didukung oleh Norwegia,” kata Edhy dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 November 2019.

    Merespon hal itu, Dubes Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale menyatakan bahwa Norwegia siap mempererat kerja sama kelautan dan perikanan Indonesia dalam berbagai bidang tersebut.

    Selanjutnya, Edhy Prabowo bertemu dengan Dubes Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard. Dalam pertemuan tersebut dibahas kerja sama kelautan dan perikanan RI-Prancis, termasuk potensi pembiayaan AFD atau badan keuangan dan bantuan pemerintah Prancis untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

    Edhy Prabowo menekankan bahwa Indonesia tengah memerangi sampah plastik karena telah menjadi penyumbang sampah ke laut nomor dua di dunia. “Kami tahu bahwa sumbernya itu bukan hanya dari masyarakat pesisir tetapi juga dari sampah rumah tangga masyarakat umum yang akhirnya bermuara di sungai. Oleh karena itu kami sedang menggalakkan program mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

    Terkait hal tersebut, Dubes Oliver menginformasikan bahwa Pemerintah Prancis melalui Agence Française de Dévelopement (AFD) memiliki kolaborasi dengan Institut Riset dan Pembangunan (IRD) untuk mendapatkan pembiayaan riset pemodelan sampah plastik (marine debris) dari sungai yang bermuara di laut. “Jika dibutuhkan, kami bersedia untuk berbagi pengetahuan terkait hal ini,” kata Oliver.

    Edhy Prabowo menyambut baik niat Prancis. Dirinya mengatakan, saat ini Indonesia terus menggiatkan advokasi dan menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!