Agar jadi Negara Maju, Ma'ruf Amin: Kolaborasi Ekonomi Penting

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN berkolaborasi dengan pengusaha kecil UMKM untuk mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara maju. Dengan begitu, perekonomian bisa maju dan tercipta kesejahteraan rakyat.

    "BUMN menggandeng pengusaha-pengusaha kecil UMKM, juga pengusaha-pengusaha swasta besar. Sehingga ada kolaborasi dalam membangun ekonomi," kata Ma'ruf di sela pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2019 di Bali, Jumat, 29 November 2019.

    Ma'ruf Amin menjelaskan pemerintah telah menetapkan berbagai program yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada. "Guna pelaksanaan program yang tepat sasaran tersebut, maka diperlukan peran serta pelaku dunia usaha untuk mewujudkannya," katanya.

    Terlebih, menurut Ma'ruf Amin, untuk menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh terdapat sejumlah masalah yang cukup besar yang hanya bisa dituntaskan melalui kolaborasi sejumlah perusahaan. Masalah ini di antaranya yakni meningkatkan kembali laju perekonomian di tengah ketidakpastian akibat perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat.

    Ma'ruf Amin juga menilai Indonesia harus berbenah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia misalnya dengan mengoptimalisasi pemanfaatan teknologi untuk mendorong kesejahteraan. Termasuk menekan angka kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran yang masih dalam kategori tinggi. Gambaran statistik kesejahteraan ini harus jadi acuan untuk segera diturunkan.

    Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin menyebutkan struktur perekonomian Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor. "Angka Ekspor harus ditingkatkan untuk memperkecil defisit neraca perdagangan dan perekonomian semakin membaik," tuturnya.

    Oleh karena itu, Ma'ruf Amin menilai para regulator bidang perekonomian juga harus meningkatkan sinergitas dan usaha bersama. Sinergi ini harus ditunjukkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, termasuk para pelaku usaha. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.