Mandiri Capital dan Finch Capital Suntik Dana ke Fintech Halofina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro dalam konferensi pers kerjasama investasi antara perusahaannya dengan Halofina di Menara Mandiri, Jakarta. Jumat, 29 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

    CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro dalam konferensi pers kerjasama investasi antara perusahaannya dengan Halofina di Menara Mandiri, Jakarta. Jumat, 29 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, JakartaMandiri Capital Indonesia bersama Finch Capital menyepakati penyuntikan pendanaan pre-series A kepada Halofina, platfom fintech yang fokus pada penasihat keuangan digital dan manajemen kekayaan. Mandiri Capital adalah anak usaha dari Bank Mandiri.

    CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro enggan memperinci besar suntikan dana segar yang diberikan kepada Halofina. Namun, ia menjelaskan di industri venture capital, pendanaan tipe pre series A sendiri memiliki kisaran investasi sebesar US$ 1 juta hingga US$ 5 juta.

    Eddi mengungkapkan pihaknya selaku investor utama pada pendanaan ini sangat tertarik dengan ide Halofina dan berharap untuk dapat terlibat dalam mendorong perusahaan ini tumbuh ke depannya. “Bagi kami, investasi melalui Halofina ini sangat strategis untuk memperkuat presence Mandiri Group di kalangan milenial serta di industri tekfin secara global," tutur dia di Menara Mandiri, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.

    Investasi ini juga, kata Eddi, menegaskan keinginan Mandiri Group untuk merangkul industri fintech dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air. Seiring dengan rencana itu, dia menjelaskan pihaknya terus mencari usaha rintisan tekfin potensial yang mampu menghadirkan efisiensi dan kemudahan usaha dari aspek finansial.

    Dengan Halofina, saat ini Mandiri Capital Indonesia telah melakukan penyertaan modal di 13 tekfin. Sebelumnya, perseroan telah menyuntik dana ke sejumlah perusahaan antara lain Amartha, PrivyID, Moka, dan Investree. “Tahun depan, kami berencana untuk berinvestasi lagi di 2 atau 3 startup lagi” tuturnya.

    Dalam kesempatan yang sama, CEO dan Co-Founder Halofina Adjie Wicaksana mengatakan, suntikan modal ini akan digunakan untuk mengembangkan Halofina sehingga berpeluang meraih pendanaan tipe series A dalam waktu yang singkat, yakni pada pertengahan tahun depan.

    Halofina sendiri merupakan aplikasi perencana keuangan digital yang dapat membantu pengguna dalam mengelola keuangan pribadi, mendapatkan rekomendasi strategi investasi, serta terhubung dengan berbagai produk investasi.

    “Kami meyakini generasi milenial ini akan menjadi motor penggerak ekonomi dan potensi pasar wealth management di segmen ini sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Harapannya nanti Halofina juga dapat digunakan oleh Perbankan, Asuransi, dan Manajemen Investasi,” kata Adjie.

    Halofina saat ini telah tercatat di Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK Sandbox) kategori Digital Financial Planner. Mulai meluncurkan integrasi produk reksa dana sejak maret 2019, hingga saat ini, Halofina telah memiliki lebih dari 15.000 pengguna terdaftar dan berhasil mengoleksi lebih dari 50.000 life plan (financial goals) penggunanya.

    Halofina optimistis dari dukungan suntik dana investasi ini, jumlah pengguna akan terus bertambah menjadi lebih dari 500.000 pengguna dalam 1 tahun ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.