Jokowi: Labuan Bajo Jadi Kawasan Super Premium, Perlu Ada Kuota

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Pulau Rinca dan Pulau Padar merupakan salah satu lokasi yang menjadi habitat komodo. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Pulau Rinca dan Pulau Padar merupakan salah satu lokasi yang menjadi habitat komodo. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana mengelompokkan daerah tujuan atau destinasi wisata menjadi kategori premium dan medium. Sedangkan kawasan wisata yang masuk kategori super premium adalah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

    "Labuan Bajo juga menjadi super premium. Saya sampaikan hati-hati jangan sampai dicampur aduk dengan menengah bawah. Kalau perlu ada kuotanya, berapa orang yang boleh masuk ke Labuan Bajo dalam setahun," ujar Jokowi.

    Arahan tersebut, menurut Presiden Jokowi, sudah ia sampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

    "Jadi kalau sudah selesai produknya, silakan promo besar-besaran, jangan sekarang promonya tapi produknya belum selesai. Kalau produk sudah selesai saat wisatawan datang akan melihat hal yang berbeda dibanding tempat lain," ungkap Presiden.

    Dengan dijadikan destinasi kelas premium, Labuan Bajo ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 500.000 kunjungan dan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai satu juta orang pada 2020.

    Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan pada 2018 jumlah kunjungan ke Labuan Bajo mencapai 163.054 kunjungan yang terdiri dari wisman sebanyak 91.870 kunjungan dan wisnus mencapai 71.184 kunjungan.

    Pemerintah, ujar Jokowi ingin mengembangkan destinasi wisata selain Bali. "Dua tahun ini fokus ke 5 dulu, baru setelah 5 ini selesai nanti fokus ke 5 berikutnya, yang mana 5 itu? Ada Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Manado, dengan segmentasi yang beda-beda sudah diatur semua, mana super premium, mana yang medium ke bawah, mana wisata ramai-ramai, mana wisata khusus," kata Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Kompas100 CEO Forum 2019 di Jakarta, Kamis, 29 November 2019.

    Menurut Jokowi, tujuan pengembangan wisata terspesialisasi itu adalah untuk menarik devisa sebanyak-banyaknya.

    "Kita juga ingin menarik devisa sebanyak-banyaknya melalui pengembangan destinasi wisata dan tugas besar BKPM adalah menarik FDI (foreign direct investment) ini bukan suatu yang gampang karena semua negara berbondong-bondong mau narik FDI ke negara masing-masing," ujar Jokowi.

    Pengembangan wisata dengan mengacu kepada segmen pasar masing-masing itu diharapkan dapat berjalan mulai 2020. "Kita harapkan pada tahun 2020 akhir semua infrastruktur, calender of event, perbaikan produk-produk handycraft, ekonomi kreatif yang akan mendukung wisata baru tersebut sudah selesai," kata Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.