Kaesang Pangarep Komentari Soal Staf Khusus Milenial Jokowi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep di sela mengisi acara Festival kolaborasi konten kreator dan penggagas perusahaan rintisan, SENYAWA+ 2019, Ahad, 3 November 2019, di M Bloc, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kaesang Pangarep di sela mengisi acara Festival kolaborasi konten kreator dan penggagas perusahaan rintisan, SENYAWA+ 2019, Ahad, 3 November 2019, di M Bloc, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep, mengomentari langkah ayahnya menunjuk tujuh staf khusus dari berbagai latar belakang yang seluruhnya adalah milenial.

    "Bagus, ya kan sekarang zamannya anak muda," kata dia saat ditemui si kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019.

    Pada 21 November lalu, Presiden Jokowi mengumumkan tujuh anak muda yang menjadi staf khusus baru. Jokowi menjelaskan tujuh milenial ini akan menjadi teman diskusinya. 

    Menurut Kaesang, pengangkatan tujuh staf khusus dari milenial ini menunjukkan sekarang anak muda sudah di percaya pada dunia pemerintahan untuk memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia. "Saya kira hal yang sangat baik lah," ungkapnya.

    Dia berharap penunjukan staf khusus dari anak muda akan bisa memberikan gagasan-gagasan yang baru agar dapat menyegarkan program  pemerintah ke depannya. "Harapannya munculnya ide-ide  yang baru," tutur Kaesang

    Tujuh staf khusus milenial tersebut adalah Putri Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (pendiri RuangGuru), Ayu Kartika Dewi (perumus Gerakan SabangMerauke), Angkie Yudistia (pendiri Thisable Enterprise, difabel tuna rungu), Gracia Billy Mambrasar (pemuda asal Papua, penerima beasiswa Kuliah Oxford), Aminuddin Ma'aruf (mantan Ketua Pergerakkan Mahasiswa Indonesia), dan Andri Taufan Garuda (CEO Amartha).

    Dengan ditunjuknya ketujuh staf khusus milenial, sehingga total pembantu Jokowi saat ini mencapai 14 orang.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!