Krisis Ekonomi Global, Jokowi: Winter is Coming Betul-betul Ada

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato usai menerima penghargaan Indonesian Mining Association (IMA) Award 2019 di Jakarta, Rabu, 20 November 2019. Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pertambangan tersebut lantaran dinilai telah mendukung industri pertambangan dalam negeri. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato usai menerima penghargaan Indonesian Mining Association (IMA) Award 2019 di Jakarta, Rabu, 20 November 2019. Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pertambangan tersebut lantaran dinilai telah mendukung industri pertambangan dalam negeri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia atau BI 2019 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 malam ini. Dalam pidato sambutanya, Jokowi membuka dengan meminta maaf kepada para hadirin, karena terlambat menghadiri acara.

    "Tadi ke sini macet, 30 menit berhenti, betul. Ttulah kenapa ibu kota dipindah, dan karena alasan yang banyak lainnya," kata Jokowi dalam pembukaan pidatonya, yang kemudian diikuti gelak tawa dari para tamu yang hadir.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi membuka pidatonya dengan mengingatkan mengenai ramalan krisis ekonomi global yang akan datang, yang disampaikan pada 2018 lalu. Di pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali, tahun lalu, Jokowi sempat menggunakan istilah yang muncul dalam sebuah serial berjudul Games of Throne, yakni winter is coming.

    Istilah ini, menurut Jokowi, cocok untuk menunjukkan adanya ancaman serius mengenai kondisi ekonomi global yang diprediksi bakal melemah pada tahun 2020 mendatang. Menurut dia, istilah tersebut sangat cocok untuk menggambarkan kondisi saat ini, menghadapi pelemahan ekonomi global yang dikisahkan sebagai musim dingin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.