Tahun Depan, Dua Bandara Baru di Jawa Tengah Dioperasikan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemudik menggunakan terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa, 12 Juni 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Para pemudik menggunakan terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa, 12 Juni 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Semarang - Dua bandara baru di Jawa Tengah akan mulai beroperasi pada akhir 2020 mendatang. Dua bandara baru itu adalah Bandara Ngloram di Kabupaten Blora dan Bandara Jenderal Soedirman di Kabupaten Purbalingga.
     
    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan, pekerjaan tahap pertama pembangunan bandara tersebut telah rampung. Pekerjaan itu meliputi runway, pemasangan pagar, drainase dan lainnya.
     
    "Dengan capaian ini, kami optimis pada akhir tahun 2020, kedua bandara ini bisa operasi," kata Satriyo, Kamis, 28 November 2019.
     
    Menurut dia, pekerjaan fisik yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, terus digenjot agar bandara bisa selesai sesuai target.
     
    Pada pekerjaan tahap pertama, runway Bandara Ngloram sepanjang 1.200 meter dan Bandara Jenderal Soedirman 1.600 meter. Panjang runway akan mencapai 2.600 meter pada tahap selanjutnya.
     
    Satriyo mengungkapkan, untuk penerbangan jenis charter flight ditargetkan akan beroperasi pada Desember 2020. "Sementara baru charter flight, untuk penerbangan reguler nanti kalau panjang runway sudah memenuhi standar dan terminal sudah selesai," ujar dia.
     
    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis,  keberadaan dua bandara itu akan dapat diminati masyarakat. Bandara Ngloram berada di daerah Blora yang dekat dengan Blok Cepu sehingga masyarakat akan memilih terbang via Ngloram ketimbang harus ke Semarang atau Surabaya terlebih dulu.
     
    Adapun Bandara Jenderal Soedirman yang terletak di Purbalingga akan menjadi pilihan menuju Cilacap sebagai kawasan industri. Bandara ini juga akan menjadi satu-satunya akses masyarakat yang ada di Jawa Tengah bagian selatan.
     
    "Karena Bandara Tunggul Wulung di Cilacap nantinya tidak akan digunakan untuk penerbangan reguler, melainkan hanya untuk sekolah penerbangan," ujar Satriyo.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.