Hasil Survei: Mayoritas Pejalan Kaki Keluhkan Skuter Listrik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre untuk menyewa skuter listrik di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 23 November 2019. Sejumlah peraturan baru tersebut di antaranya: mengemudi dengan kecepatan maksimum 15 kilometer/jam dan usia pengguna minimal 17 tahun. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Warga antre untuk menyewa skuter listrik di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 23 November 2019. Sejumlah peraturan baru tersebut di antaranya: mengemudi dengan kecepatan maksimum 15 kilometer/jam dan usia pengguna minimal 17 tahun. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 67,5 persen pejalan kaki di DKI Jakarta ternyata mengeluhkan kehadiran skuter listrik. Sebab, pengguna skuter listrik dinilai acap kali tidak tertib sehingga mengganggu dan mengancam pejalan kaki.

    Temuan ini berdasarkan hasil survei lembaga Research Institute of Socio Economic Development atau RISED 2019, terhadap seribu pengguna jalan aktif di DKI Jakarta untuk kategori kenyamanan pejalan kaki. 

    Tidak tertibnya pengguna skuter listrik sendiri karena memang belum ada beleid yang mengatur tentang penggunaan kendaraan ini. Adapun hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi DKI Jakarta.

    Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja mengatakan, keberadaan skuter listrik ini juga tidak menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal mobilisasi. "Masyarakat pakainya bukan untuk transportasi tapi rekreasi untuk dapat keuntungan dan buat orang lain sengsara" ujar Elisa dalam diskusi di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019.

    Terkait dengan aturan yang akan mengatur skuter listrik di DKI Jakarta, Elisa menyarankan untuk mengikuti beberapa kawasan di Australia dan Jerman yang sudah lebih dulu diterapkan.

    "Di Perth penggunaan skuter listrik di kawasan tertutup, dan harus pakai helm. Di Berlin biaya sewanya mahal, ada tilangnya, enggak boleh naik berdua, enggak boleh mabuk juga. Itu bisa jadi referensi di sini," ujar Elisa.

    MONICHA YUNIARTI SUKU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.