DPR Setujui Anggaran ESDM Tahun Depan Rp 9,67 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi VII DPR RI mengadakan rapat kerja bersama kementerian ESDM, di DPR RI, Gedung Nusantara I, Kamis 20 Juni 2019.

    Komisi VII DPR RI mengadakan rapat kerja bersama kementerian ESDM, di DPR RI, Gedung Nusantara I, Kamis 20 Juni 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 9,67 triliun.

    Dari jumlah tersebut, sebesar 58,4 persen dimanfaatkan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, Jakarta, yang dipantau Antara, Kamis.

    "Kami (Pemerintah) sudah memprioritaskan program di empat bidang (migas, geologi, energi baru terbarukan dan konservasi energi dan pendidikan vokasi) sebesar Rp 5.955,8 miliar," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

    Untuk program di sektor minyak dan gas bumi, Pemerintah akan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur 266.070 jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3.037,5 miliar, pembagian 5.000 paket konverter kit BBM ke BBG 3 Kg untuk nelayan dan petani sebesar Rp 432,5 miliar, 7 rekomendasi layanan infrastruktur gas Rp 55,6 miliar dan konversi minyak tanah ke LPG 3 untuk 522.616 paket sebesar Rp 266,5 miliar.

    Di sektor EBTKE, Kementerian ESDM akan merevitalisasi 24 unit Pembangkit Listrik EBT senilai Rp 50 miliar, 24 unit pembangunan biogas komunal Rp 28,6 miliar, pembangunan peralatan efisinsi energi (PJU-TS) untuk 45.000 unit Rp 800 miliar, 23 unit pembangunan PLTS untuk pos pengamatan gunung api Rp 30 miliar, 800 unit pembangunan PLTS Atap Rp 175 miliar, 50 unit pengembangn PLTS di unit TNI Rp 90 miliar dan 13 rekomendasi layanan infrastruktur EBTKE Rp 59,5 miliar.

    Pada sektor geologi di tahun 2020, Pemerintah akan menfokuskan pengembangan geopark di dua lokasi (Rp 7,5 miliar), pengembangan pos pengamatan gunung api di 10 lokasi (Rp 28,6 miliar), pembangunan 20 titik penyediaan bor air tanah dangkal untuk tanggap darurat (Rp 2,4 miliar), 1.000 titik untuk pemboran air bersih di daerah sulit air (Rp 554,1 miliar) dan pengembangan peralatan tiga sistem mitigasi bencana geologi di 8 lokasi (Rp 35 miliar).

    Terakhir di bidang pendidikan vokasi, akan ada pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan Bali (Rp 94,3 miliar) dan PEM Prabumulih (Rp 114,8 miliar), pengembangan PEM Akamigas Cepu (Rp 97,9 miliar) dan PEM Bandung (Rp 33,8 miliar) serta diklat masyarakat bidang migas (Rp 2,9 miliar), bidang geominerba (Rp 2 miliar), bidang EBTKE (Rp 1,3 miliar) dan tambang bawah tanah (Rp 2,1 miliar).

    Kementerian ESDM per 26 November merealisasikan pagu APBN 2019 sebesar 63,82 persen dari total pagu anggaran Rp 5,6 triliun.

    Arifin menjelaskan pagu anggaran tersebut paling besar untuk belanja barang sebesar Rp 3,15 triliun. Kemudian belanja modal Rp 1,14 triliun dan belanja pegawai Rp 870 miliar.

    "Capaian strategis antara lain target lifting migas lifting minyak bumi 744 MBOPD dan gas bumi 1.050 MBOPD. Rasio elektrifikasi 98,86 persen. Capaian BBM Satu Harga kita 170 titik sebagaimana yang ditargetkan, ini akan kita lanjutkan hingga 2024," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!