Australia Cabut Travel Advisory untuk Maskapai Susi Air

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat SUSI Air. ANTARA/Anang Budiono

    Pesawat SUSI Air. ANTARA/Anang Budiono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Australia mencabut imbauan perjalanan atau travel advisory bagi pejabat negaranya, yang dilarang menggunakan layanan maskapai penerbangan Susi Air. Deputy Head of Mission Australia Allaster Cox mengatakan, setelah travel advisory diperbarui, kini pejabat Australia sudah boleh menggunakan maskapai Susi Air untuk perjalanan dinas setelah travel advisory diperbarui, kini pejabat Australia sudah boleh menggunakan maskapai Susi Air untuk perjalanan dinas kembali. 

    "Saya ingin memberi tahu Anda bahwa pemerintah Australia baru-baru ini memperbarui travel advisory untuk Indonesia dan telah menghapus referensi kepada pejabat Australia di Indonesia yang diarahkan untuk tidak menggunakan Susi Air dalam perjalanan dinas," tulis Cox dalam surat yang dikutip dari akun Twitter @susiair, Kamis 28 November 2019. 

    Cox menambahkan, perubahan tersebut dilakukan berdasarkan upaya Susi Air yang sejak 2012 telah memulai pendekatan multidisiplin untuk meningkatkan bisnis dan keselamatannya dengan melakukan perubahan.

    Perubahan tersebut mencakup risiko, hazard and risk assessment, manajemen, pelatihan, keselamatan dan kualitas, sumber daya keuangan, SDM, dan perawatan pesawat. 

    Dia juga mengakui dokumentasi yang diberikan oleh manajemen Susi Air menunjukkan maskapai telah melakukan perubahan yang direkomendasikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di bawah Kementerian Perhubungan. Adapun, setiap rekomendasi laporan investigasi insiden pesawat yang dikeluarkan oleh KNKT telah dilakukan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.