Mochtar Riady Ramalkan Kendaraan Listrik Banjiri RI 3 Tahun Lagi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mochtar Riady. Dok. TEMPO/Suryo Wibowo

    Mochtar Riady. Dok. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Lippo Grup, Mochtar Riady meramalkan keberadaan kendaraan listrik seperti mobil dan motor listrik bakal membanjiri Indonesia dalam waktu tiga tahun mendatang. Karena itu, dia mengusulkan supaya mulai dipikirkan mengenai teknologi baterai yang mendukung keberadaan kendaraan listrik. 

    "Saya bilang, tidak, dalam tiga tahun akan banjir ke sini (mobil/motor) maka harus sudah disiapkan gimana gunakan teknologi baterai. Kalau tidak pabrik anda akan tutup," kata Mochtar dalam acara Indonesia Digital Conference di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis 28 November 2019.

    Menurut Mochtar, pernyataan tersebut disampaikan dirinya kepada seorang petinggi perusahaan yang banyak memproduksi baterai. Saat itu, dia bertanya kepada kepada pemilik usaha tersebut sudah berapa besar persiapan usaha mereka dalam menghadapi perubahan zaman khususnya terkait baterai.

    Selain itu, salah satu orang terkaya Indonesia tersebut juga menyampaikan bahwa robot, kendaraan listrik bakal semakin banyak dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, perkembangan teknologi dan produksi baterai juga harus mendukung adanya hal itu.

    Mochtar mencontohkan, saat ini telah mulai banyak produsen baterai yang menggunakan bahan dari lidacid dan juga lithium. Kendati demikian, produk baterai dengan bahan tersebut ternyata, saat ini dianggap kuno dan kurang bisa tahan lama.

    Ke depan, kata dia, teknologi baterai bakal banyak menggunakan, bahan dari grafit. Dengan bahan ini yang digabungkan dengan molekul karbon baterai yang dihasilkan bisa lebih baik, tipis dan bertenaga lebih besar.

    "Dengan satu kali charge, baterai dengan bahan ini cuma butuh waktu 10 menit untuk bisa penuh. Selain itu, bahan dengan baterai ini bisa digunakan untuk jalan hingga 1000 kilometer," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.