BPPSPAM: 52 PDAM Sakit, 102 Kurang Sehat dan 224 Sehat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mesin pompa penyedot air dikerahkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mengalirkan air ke rumah-rumah warga di Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah mesin pompa penyedot air dikerahkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mengalirkan air ke rumah-rumah warga di Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) telah mengevaluasi 380 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Penyelenggara SPAM atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di tahun ini.

    Anggota BPPSPAM Unsur Profesi Popy Indrawati Janto mengatakan bahwa indikator evaluasi atau penilaian mencakup empat aspek yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

    "Dari ke empat aspek tersebut beserta indikator di dalamnya, keluarlah nilai BUMD Penyelenggara SPAM. Kami kelompokkan lagi, ada yang masuk kategori sehat, kurang sehat, dan sakit," ujarnya di Sentul, Bogor, Kamis 28 November 2019.

    PDAM yang masuk dalam kategori sehat harus mencapai nilai lebih dari 2,80. Adapun PDAM yang nilainya 2,20-2,80 masuk kategori kurang sehat dan jika nilai PDAM di bawah 2,20 maka dikategorikan sakit.

    Hasil penilaian atau evaluasi tersebut adalah 224 BUMD Penyelenggara SPAM dinyatakan sehat, 102 BUMD Penyelenggara SPAM kurang sehat, sedangkan 52 BUMD Penyelenggara SPAM dinilai sakit.

    Jika dirata-rata nilai kinerja BUMD Penyelenggara SPAM secara nasional mencapai 3,35.

    Selain itu, Popy mengatakan bahwa terdapat 11 BUMD Penyelenggara SPAM atau PDAM yang tidak dievaluasi dikarenakan mereka tidak menyerahkan laporan keuangan.

    "Sebelas PDAM tidak bisa mengirimkan laporan keuangan karena pertama PDAM-nya 'mati suri', ada juga yang sudah merger," katanya.

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?