Pacu Revitalisasi, Garuda Datangkan 14 Unit Airbus A330-900neo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Tempo/Tony Hartawan

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia Group meresmikan kehadiran pesawat terbarunya, yakni Airbus A330-900neo sebagai bagian dari revitalisasi armada dengan total 14 unit.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Group IGN Askhara Danadiputra mengatakan pesawat baru tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi armada yang diinisiasi sejak 2012.

    Program revitalisasi diperlukan untuk menghadirkan kenyamanan dan pengalaman penerbangan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung perkembangan bisnis dan optimalisasi jaringan penerbangan.

    "Pengoperasian pesawat baru ini memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasa dengan menghadirkan ragam teknologi baru dalam pengalaman penerbangan," kata Askhara di Hanggar 2 Garuda Indonesia Maintenance Facility AeroAsia, Rabu malam, 27 November 2019.

    Dia menjelaskan secara keseluruhan Garuda memesan sebanyak 14 unit Airbus A330-900neo yang akan dikirimkan secara bertahap hingga 2022. Hingga akhir 2019, maskapai berkode emiten GIAA ini akan menerima sebanyak lima unit.

    Tiga unit, lanjutnya, akan digunakan untuk rute penerbangan Garuda dengan nomor registrasi PK-GHE, PK-GHF, dan PK-GHG. Adapun, dua armada lainnya akan diserahkan kepada anak perusahaan, Citilink Indonesia.

    Garuda optimistis pesawat canggih generasi terbaru tersebut akan membantu perseroan dalam memperluas konektivitas. Namun, dalam waktu yang bersamaan mendorong terciptanya peluang lebih besar untuk potensi pariwisata nasional, bisnis, dan perdagangan.

    Adapun, konfigurasi Airbus A330-900neo ini terdiri atas 24 kursi di kelas bisnis dan 277 kursi di kelas ekonomi. Pesawat ini memiliki jarak tempuh maksimal mencapai 13 ribu kilometer dan mampu terbang tanpa henti hingga 14,5 jam.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.