Erick Thohir: Bapak Ciputra, Tokoh Properti Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr (HC) Ir Ciputra hadir dalam malam penganugerahan Federasi Teater Indonesia (FTI) Award XI di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin, 26 Desember 2016. FTI memberikan penghargaan kepada tokoh yang berjasa di bidang seni pertunjukan dan kebudayaan. Ciputra mendapat penghargaan sebagai Maecenas FTI. TEMPO/Nurdiansah

    Dr (HC) Ir Ciputra hadir dalam malam penganugerahan Federasi Teater Indonesia (FTI) Award XI di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin, 26 Desember 2016. FTI memberikan penghargaan kepada tokoh yang berjasa di bidang seni pertunjukan dan kebudayaan. Ciputra mendapat penghargaan sebagai Maecenas FTI. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Chairman dan Founder Ciputra Group, Ir Ciputra, dini hari tadi pukul 01.05 waktu setempat meninggal dunia di Singapura pada 27 November 2019. Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian dari salah satu tokoh properti Indonesia, yang telah menghasilkan banyak karya di dunia real estate.

    “Saya turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Ciputra, tokoh Properti Indonesia yang telah menghasilkan sejumlah karya bagi dunia properti,” kata Erick melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 November 2019.

    Dengan berpulangnya Ciputra, Erick berharap, tokoh penggagas terbentuknya Asosiasi pengembang perumahan Real Estate Indonesia (REI) bisa diterima oleh Sang Pencipta, dan orang sekitar yang merasa ditinggalkan diberikan kelapangan hati.

    “Semoga amal dan ibadah Pak Ci dilipatgandakan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ucap dia.

    Sebagai informasi, Ciputra adalah sang pelopor real estate Indonesia itu memulai bisnisnya tanpa modal. Dia hanya mengandalkan kredit ke bank-bank di awal karirnya.

    Kemudian ia adalah tokoh yang turut membangun fondasi dunia properti di Indonesia termasuk juga memulai pembangunan proyek reklamasi skala jumbo bertajuk Taman Impian Jaya Ancol pada 1966, selain itu Almarhum adalah pemegang Satya Lencana Pembangunan.

    Menurut Ciputra, entrepreneurship merupakan ilmu kehidupan. Lima puluh tahun silam, kata dia, dirinya “buta” tentang entrepreneur. “Tapi, setelah saya menjalankannya, saya bisa," kata dia Senin, 17 Februari 2019.

    Ia juga telah membangun sejumlah proyek, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Pondok Indah, Serpong, perumahan Kedoya Garden, Wesling Apartment, Perumahan Kembangan Baru, Green Court Residences, CREA Resort Office Bali, Bintaro, Ciputra World II dan sejumlah mal lainnya.

    Selain itu, juga perumahan Springhill Golf Residences, Royale Springhill Apartment, The Boutique Apartment and Office Park Kemayoran.

    Ciputra Group juga mengembangkan proyek Ciputra Hanoi International City, Grand Phnom Penh International City di Kamboja, dan Grang Shenyang International City di Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).