Tak Jadi Menteri Lagi, Susi: Mungkin Pak Jokowi Butuh Orang Waras

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, di Pandeglang-Banten, Sabtu, 16 November 2019 lalu.

    Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, di Pandeglang-Banten, Sabtu, 16 November 2019 lalu.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui bahwa dirinya memang tidak lagi diminta Presiden Joko Widodo untuk mengisi Kabinet Indonesia Maju. Ia menduga Jokowi memang membutuhkan menteri dengan karakter berbeda pada periode kedua ini.

     

    "Tadi ditanya apakah saya tidak gila lagi, mungkin sekarang yang dibutuhkan yang waras," tutur Susi dalam Diskusi Publik Ekonomi Indonesia Era Kabinet Indonesia Maju di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Rabu, 27 November 2019.

     

    Pada periode kabinet sebelumnya, Susi memang kerap mengatakan dipilih lantaran Jokowi membutuhkan pembantu berkarakter 'gila'. Saat ini, posisi Menteri Kelautan dan Perikanan ditempati oleh bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Edhy Prabowo.

     

    Meski demikian, Susi menegaskan pemilihan menteri adalah hak prerogratif presiden yang harus dihormati. "Kalau bapak ibu kecewa, terima kasih atas simpatinya," tutur dia. Ia pun mengatakan sosok-sosok yang mengisi Kabinet Indonesia Maju saat ini juga luar biasa. Sehingga ia merasa kabinet ini tetap akan membuat Indonesia maju.

     

    Kala masih menjabat menteri, SusiPudjiastuti mengatakan stok ikan di Indonesia pernah mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu 2003 hingga 2013. Karena itu, orang gila dibutuhkan untuk mengatasi itu.

     

    "Saya rasa kita butuh orang gila untuk mengatur negara ini, jadi saya di sini," ujar dia dalam acara Islamic Chamber of Commerce, Industry, and Agriculture (ICCIA) 2018 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018 kala itu.

     

    Semenjak kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Susi ditugaskan untuk membenahi sektor perikanan. Dalam presentasinya, Susi menunjukkan peningkatan stok ikan saat itu. Dalam kurun waktu dua tahun stok ikan naik dari 6,7 juta ton menjadi 11 ton.

     

    Menurut Susi, hilangnya stok ikan dalam kurun waktu 2003-2013 dikarenakan regulasi yang membolehkan kapal asing menangkap di perairan Indonesia. "Karena memberikan izin untuk kapal asing berbendera Indonesia untuk memancing di sini," kata dia.

     

    Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi banyak mengubah regulasi. Salah satunya penenggelaman kapal asing yang menjaring ikan di perairan Indonesia.

     

    CAESAR AKBAR | CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.