Bank Mandiri Taspen Terbitkan Obligasi Rp 1 T dengan 2 Seri Kupon

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) melalui RapatUmum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan membagikandividen sebesar Rp 100 Miliar kepada perusahaan induk yaitu Bank Mandiridan Taspen. Dividen tersebut merupakan 30 persen dari perolehan lababersih tahun 2018 yang tercatat Rp 333,4 Miliar.

    PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) melalui RapatUmum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan membagikandividen sebesar Rp 100 Miliar kepada perusahaan induk yaitu Bank Mandiridan Taspen. Dividen tersebut merupakan 30 persen dari perolehan lababersih tahun 2018 yang tercatat Rp 333,4 Miliar.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mencatatkan obligasi perdana sebesar Rp1 triliun yang merupakan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I Tahun 2019 dengan empat perusahaan penjamin emisi. Yakni Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas dan Danareksa Sekuritas.

    "Dalam penerbitan obligasi tahap satu ini, Bank Mantap mencatatkan permintaan sebesar Rp2,8 triliun atau 2,8 kali melebihi target yang diharapkan dari para investor," kata Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

    Adapun jumlah emisi dalam dua seri obligasi PUB Tahap 1 yang ditawarkan adalah Seri A dengan kupon 7,9 persen bertenor 3 tahun memiliki nilai emisi Rp700 miliar, sedangkan Seri B dengan kupon 8,2 persen bertenor 5 tahun memiliki nilai emisi Rp300 miliar.

    Para investor pemegang obligasi tersebut akan mendapatkan pembayaran kupon pertamanya pada 20 Februari 2020 untuk Seri A dan 26 Februari 2020 untuk Seri B, selanjutnya Bank Mantap secara rutin membayar kupon tiap triwulan sekali.

    Pada PUB Tahap I ini komposisi emisi yang dimiliki oleh investor institusi sebesar 99 persen dan investor ritel sebesar 1 persen.

    Saat yang sama Direktur Bank Mantap Paulus Endra S menambahkan obligasi tersebut digunakan dalam rangka mendukung ekspansi bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit dengan target indikatif akhir tahun 2019 sebesar Rp20,46 triliun atau tumbuh 31,9 persen secara year on year (yoy).

    Per akhir Oktober 2019, penyaluran kredit sudah mencapai Rp19,47 triliun.

    Secara segmentasi, Endra melanjutkan, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen pensiunan yang mencapai 37,4 persen menjadi Rp18,14 triliun pada akhir Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.