Ida Fauziah: 23 Juta Pekerjaan Kena Dampak Otomatisasi Industri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi PKB Ida Fauziah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Ida Fauziah yang saat itu merupakan Ketua Komisi VIII DPR dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Agama Surhadharma Ali. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Politisi PKB Ida Fauziah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Ida Fauziah yang saat itu merupakan Ketua Komisi VIII DPR dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Agama Surhadharma Ali. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyebutkan, 23 juta lapangan pekerjaan akan terkena dampak otomatisasi industri di era industri 4.0. Dampak tersebut disebabkan tenaga manusia yang diganti alat atau berubah menjadi jenis pekerjaan lain.
     
    Ida mengatakan, hal itu menjadi tantangan utamanya menjadi Menteri Ketenagakerjaan di Kabinet Indonesia Maju. "Lebih dari dua kali penduduk Singapura akan terdampak," ujar dia setelah menutup Rapat Koordinasi Bidang Pelatihan dan Produktivitas Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja Kota Semarang, Selasa, 26 November 2019.
     
    Politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut mengungkapkan, akibat otomatisasi itu sejumlah pekerja juga mengalami pemutusan hubungan kerja. "Rata-rata terdapat 240 ribu pekerja ter-PHK, data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2016 sampai 2018," kata Ida.
     
    Tingginya PHK, menurut Ida, karena komposisi pekerja di Indonesia didominasi lulusan Sekolah Menengah Pertama. Sebanyak 57,54 persen pekerja merupakan lulusan SMP ke bawah. Dari jumlah tersebut, 55,72 persen di antaranya bekerja di sektor informal.
     
    Meski berdampak pada lapangan pekerjaan dengan jumlah yang cukup tinggi, otomatisasi industri juga bakal menciptakan 27 juta sampai 46 juta jenis pekerjaan baru hingga tahun 2030. "10 juta di antaranya jenis pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya," ucap dia.
     
    Tingginya jumlah pekerjaan untuk jenis keahlian baru, pekerja Indonesia dituntut untuk meningkatkan kemampuannya agar mampu memenuhi kebutuhan industri. 
     
    "Mau tidak mau kita dituntut melakukan upskilling atau reskilling. Kalau tidak maka yang terjadi pengangguran kita akan semakin meningkat," kata Ida.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.