Bulog Luncurkan Supermall Pangan Online, Ini Harapan Buwas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (kiri) dan Menteri Perdagangan Enggar Lukito meluncurkan operasi pasar untuk kegiatan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilisasi harga beras  di Gudang Perum Bulog divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (kiri) dan Menteri Perdagangan Enggar Lukito meluncurkan operasi pasar untuk kegiatan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilisasi harga beras di Gudang Perum Bulog divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog hari ini resmi meluncurkan supermall pangan pertama di Indonesia bernama PangananDotCom. Platform ini diresmikan untuk memudahkan masyarakat atau konsumen membeli beras secara daring atau online.

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas meresmikan supermall pangan itu di Komplek Pergudangan Bulog Kelapa Gading. Buwas berharap, masuknya Bulog ke dalam ranah bisnis online bisa menjadikan BUMN pangan tersebut sebagai king market di Indonesia.

    "PangananDotcom diharapkan menjadi king market atau supermall bahan pangan online yang terbesar di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat mendapatkan bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari dengan mudah dengan biaya pengiriman yang murah," kata Buwas di Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Konsumen dapat mengakses akun PangananDotcom melalui e-commerce Shopee. Ke depan, tak tertutup kemungkinan Bulog akan menggandeng e-commerce lainnya untuk memperluas akses pasar.

    Kolaborasi ini dibangun atas dasar pengamatan pada platform e-commerce, dengan mempertimbangkan tantangan bisnis pangan yang dihadapi, yaitu bahan pokok makanan kurang efisien karena infrastruktur yang kurang baik.

    Kondisi tata letak geografis Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau yang membentang juga sering kali menimbulkan harga ongkos kirim mahal. Ditambah lagi waktu pengiriman yang lama serta variasi yang kurang lengkap. Oleh karena itu, PangananDotcom diharapkan dapat memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang.

    Buwas juga menyebutkan tantangan di era industri 4.0 memerlukan kolaborasi antar pihak agar tidak tertinggal. Kolaborasi menciptakan iklim baru yang mendukung inovasi, pertumbuhan dan memperoleh nilai tambah bersama.

    Pada peresmian ini, Perum Bulog juga memperkenalkan 50 merek beras baru dengan berbagai macam kualitas seperti premium dan medium maupun beras khusus seperti beras merah, beras hitam, beras lokal daerah, dan beras organik.

    Tak hanya itu, Bulog pun mempromosikan beras fortifikasi yang dilengkapi dengan delapan kandungan nutrisi dan merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat dan mengentaskan stunting.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.