Kabar Jonan Akan Jadi Bos Garuda, Manajemen: Urusan Menteri BUMN

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan menunggang helikopter milik PT Freeport Indonesia sebelum memimpin upacara HUT ke-74 RI di Tembagapura, Papua. Foto: Dok. Kementerian ESDM

    Menteri ESDM Ignasius Jonan menunggang helikopter milik PT Freeport Indonesia sebelum memimpin upacara HUT ke-74 RI di Tembagapura, Papua. Foto: Dok. Kementerian ESDM

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  mengatakan belum mendengar kabar pencalonan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan sebagai salah satu pimpinan di maskapai pelat merah tersebut.

    Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, penentuan siapa yang akan mengisi kursi jajaran petinggi perseoraan adalah sepenuhnya urusan Menteri BUMN Erick Thohir. "Belum tahu. Urusan Menteri BUMN itu (Erick Thohir). Wartawan biasanya lebih tahu kan," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019. 

    Namun ketika dipastikan kembali oleh awak wartawan apakah Jonan masuk di jajaran komisaris, Pikri pun mengatakan tidak ingin berandai-andai.

    Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga pun tidak membantah atau membenarkan terkait kabar Jonan yang juga mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia tersebut akan menyusul Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk masuk BUMN . "Jonan, nanti lihat saja. Tapi kan sesuai janji kami kan bahwa bisa saja banyak, ada menteri, mantan wamen (wakil menteri)," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.

    Namun, Arya menjelaskan, Kementerian BUMN tidak menutup kemungkinan bila mantan menteri dan mantan wamen berpeluang menjadi petinggi BUMN. "Ada kemungkinan mungkin mantan wamen, mantan menteri. Kita masih cari-cari mantan-mantan menteri, mantan-mantan wamen, kita cari untuk melengkapi BUMN kita lah. Yang cocok tapi ya, kalau nggak cocok jangan dipaksakan juga," ujar dia.

    Ihwal Kementerian BUMN saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap jajaran direksi Garuda Indonesia, Arya membenarkan. "Lagi proses," katanya.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.