Susi Pudjiastuti Respons Kabar Namanya Masuk Bursa Calon Bos BUMN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti mengenakan kebaya rancangan Anne Avantie saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019. Instagram/@anneavantieheart

    Susi Pudjiastuti mengenakan kebaya rancangan Anne Avantie saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019. Instagram/@anneavantieheart

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikabarkan bakal menempati posisi bos perusahaan badan milik negara atau BUMN. Menanggapi kabar itu, Susi enggan menyampaikan komentarnya.

    "Tidak tahu," ujar Susi dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 26 November 2019. Susi juga enggan menjawab kemungkinan seumpama ia ditunjuk menjadi bos perusahaan pelat merah. "Belum tahu," tuturnya singkat.

    Rumor Susi bakal menempati kursi bos BUMN beredar belakangan ini. Selain Susi, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, juga disebut-sebut masuk bursa calon bos perusahaan pelat merah itu.

    Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menanggapi kabar itu. "Sesuai janji kami, kan bahwa bisa saja banyak. Ada menteri, mantan wamen (wakil menteri)," kata Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri BUMN, Arya Sinulingga, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, kemarin.

    Ia meminta publik bersabar menunggu. Arya menyebut saat ini kementerian masih menimbang nama-nama yang akan masuk perusahaan pelat merah. Sebab, kementerian memang tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan BUMN.

    Arya mengatakan, dengan penunjukam Wakil Menteri BUMN, yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, proses evaluasi bakal berjalan cepat. "Siapa bilang enggak (cepat), kan ada dua wamen kita," katanya.

    Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya telah mengangkat beberapa nama untuk mengisi kursi bos perusahaan pelat merah. Pada Senin, 25 November 2019 kemarin, Arya melantik Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero.

    Ia juga menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Condro Kirono sebagai anggota Dewan Komisaris Pertamina. Di PT Bank Tabungan Negara atau BTN, Erick Thohir menunjuk bekas Komisioner KPK, Chandra Hamzah, sebagai komisaris utama.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.